Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

 

29 Safar 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Menteri Hadi Pastikan Perlindungan untuk Seluruh Aset Muhammadiyah

Kamis 11 Aug 2022 11:23 WIB

Red: Muhammad Hafil

Menteri Hadi Pastikan Perlindungan untuk Seluruh Aset Muhammadiyah

Menteri Hadi Pastikan Perlindungan untuk Seluruh Aset Muhammadiyah

Foto: Dok Republika
Aset Muhammadiyah milik organisasi, bukan perorangan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) berupaya menjaga aset milik Ormas Muhammadiyah, agar tidak diserobot oleh pihak lain. Langkahnya dengan melakukan verifikasi ulang dan menerbitkan sertifikat.

 

Upaya itu dikemukakan oleh Menteri ATR/BPN Hadi Tjahjanto di hadapan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir. Hadi mengatakan, pihaknya akan melakukan verifikasi terhadap sejumlah aset milik Muhammadiyah.

Baca Juga

Mantan panglima TNI itu mengatakan, jika aset Muhammadiyah belum memiliki sertifikat, maka segera dibuatkan. Tujuannya, agar aset ormas Islam tersebut tidak diserobot oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Muhammadiyah memiliki aset begitu banyak. Universitas ada ratusan, ada ribuan sekolah, dan ada rumah sakit termasuk klinik-klinik semua akan kita backup,” ujar Hadi Tjahjanto di kantor PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (11/8/2022).

Hadi berjanji memberikan sertifikat untuk aset-aset milik Muhammadiyah di seluruh daerah. Bahkan purnawirawan TNI-AU itu memerintahkan seluruh kantor BPN di wilayah membantu untuk menerbitkan sertifikat tersebut.

Di tempat yang sama, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan, aset milik Muhammadiyah yang tersebar di Indonesia harus dijaga. Mengingat, seluruh aset Muhammadiyah bukan milik perorangan, tapi milik organisasi.

“Muhammadiyah sebagai organisasi kemasyarakatan yang berdiri sebelum republik ini berdiri. Tentu seluruh asetnya milik organisasi bukan perorangan. Seluruh asetnya dipergunakan untuk kepentingan pendidikan, kesehatan, dan pelayanan sosial,” ujar Haedar.

Selain tersebar di seluruh pelosok Indonesia, kata Haedar, aset Muhammadiyah kini sudah ada di luar negeri. Makanya perlu untuk menjaga aset-aset tersebut. Salah satu upayanya dengan berkolaborasi dengan Kementerian ATR/BPN untuk membuatkan sertifikatnya.

“Kami juga mendukung kementerian yang mendukung usaha kami, karena langkah seperti itu usaha-usaha Muhammadiyah di berbagai bidang akan lebih mudah dirasakan langsung masyarakat, Muhammadiyah tidak pernah menguasai aset yang bukan miliknya,” tegas Haedar.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile