Friday, 15 Jumadil Awwal 1444 / 09 December 2022

Friday, 15 Jumadil Awwal 1444 / 09 December 2022

15 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

FOZ: Lembaga-Lembaga Zakat Respons Masalah Palestina

Kamis 11 Aug 2022 13:20 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Agung Sasongko

 Warga Palestina mencari di antara puing-puing sebuah bangunan di mana Khaled Mansour, seorang militan Jihad Islam terkemuka tewas menyusul serangan udara Israel di Rafah, Jalur Gaza selatan, Minggu, 7 Agustus 2022. Serangan udara Israel menewaskan seorang komandan senior militan Palestina. kelompok Jihad Islam, kata pihak berwenang hari Minggu, pemimpin keduanya dibunuh di tengah meningkatnya konflik lintas batas.

Warga Palestina mencari di antara puing-puing sebuah bangunan di mana Khaled Mansour, seorang militan Jihad Islam terkemuka tewas menyusul serangan udara Israel di Rafah, Jalur Gaza selatan, Minggu, 7 Agustus 2022. Serangan udara Israel menewaskan seorang komandan senior militan Palestina. kelompok Jihad Islam, kata pihak berwenang hari Minggu, pemimpin keduanya dibunuh di tengah meningkatnya konflik lintas batas.

Foto: AP/Yousef Masoud
Ada tiga macam bantuan yang dilakukan lembaga-lembaga zakat di bawah Forum Zakat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Forum Zakat (Foz) Bambang Suherman menyampaikan, program bantuan untuk rakyat Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza biasa dilakukan lembaga-lembaga di bawah Forum Zakat. Respons terkait konflik penjajahan Israel terhadap Palestina dan serangan mereka ke Jalur Gaza itu menjadi bagian dari tema reguler yang sudah melekat dalam program rencana kerja kemanusiaan.

"Jadi kontribusi lembaga-lembaga di bawah Forum Zakat sudah berjalan cukup lama dan terus berlanjut sampai hari ini. Terutama berkaitan dengan invasi Israel ke Palestina baik di Tepi Barat maupun di Jalur Gaza," kata dia kepada Republika.co.id, Kamis (11/8).

Baca Juga

Bambang juga menuturkan, dalam skema regulasi, lembaga-lembaga zakat memiliki dana sosial keumatan yang lainnya sehingga masalah Palestina juga direspons. Di antaranya menggunakan nomenklatur donasi infak kemanusiaan atau infak dunia Islam. "Jadi ini sangat relevan dengan pekerjaan lembaga-lembaga zakat yang ada di bawah payung Forum Zakat," tuturnya.

Palestina, lanjut Bambang, saat ini adalah negara dengan kemerdekaan yang hilang, baik di Tepi Barat dan Jalur Gaza. Israel melakukan proses perampasan aset warga Palestina dan ini terekspos seiring dengan adanya akses komunikasi yang luas saat ini.

Bambang mengatakan, di Jalur Gaza, skema militer yang sering digunakan oleh Israel yaitu dalam bentuk bombardir melalui udara ke wilayah pendudukan dan ini menjadi gambaran umum peristiwa yang terjadi di Jalur Gaza. Karena itu, kondisi di Palestina baik di Tepi Barat dan Jalur Gaza, adalah kondisi dalam peperangan.

Untuk itu, bentuk program yang dijalankan oleh lembaga-lembaga zakat di bawah naungan Forum Zakat berupa respons perang, seperti kesehatan. Saat ini ada cukup banyak lembaga zakat di Indonesia yang terlibat dalam pengembangan program kesehatan baik kuratif dengan klinik dan rumah sakit besar. "Ataupun promotif-promotif yang memungkinkan bagi masyarakat Palestina untuk tetap bertahan dalam keadaan tertekan tapi tetap sehat," kata dia.

Bambang menambahkan, variasi program bantuan untuk Palestina cukup banyak. Bantuan yang sering juga dilakukan adalah respons yang bersifat mendesak dalam situasi perang, di antaranya melalui program yang basisnya makanan. Mulai dari bantuan yang bersifat pragmatis seperti distribusi bahan makanan sampai yang cukup panjang waktunya yaitu pertanian atau produksi bahan makanan. "Termasuk juga sumber air atau revitalisasi pabrik roti dan seterusnya. Ini bentuk program yang sudah lazim," paparnya.

Secara umum, terang Bambang, ada tiga macam bantuan yang dilakukan lembaga-lembaga zakat di bawah Forum Zakat. Pertama, adalah kedaruratan, yang mengutamakan bantuan terhadap kelompok rentan seperti anak, perempuan dan orang tua. Kedua adalah kesehatan, dan ketiga ialah bantuan yang berbasis pangan.

"Sebagian yang lain juga berpikir tentang transfer pengetahuan atau keterampilan sehingga muncul program yang basisnya pendidikan. Tematik-tematik ini sudah sangat lazim dan advance dilakukan oleh lembaga-lembaga zakat Indonesia kepada masyarakat Indonesia," ucapnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile