Wednesday, 9 Rabiul Awwal 1444 / 05 October 2022

Wednesday, 9 Rabiul Awwal 1444 / 05 October 2022

9 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Naskah Khutbah Jumat: Keutamaan Memberi Maaf

Kamis 11 Aug 2022 23:51 WIB

Red: Ani Nursalikah

Sejumlah umat muslim bersalaman usai melaksanakan ibadah Shalat Idul Fitri di Jatinegara, Jakarta, Rabu (5/6). Naskah Khutbah Jumat: Keutamaan Memberi Maaf

Sejumlah umat muslim bersalaman usai melaksanakan ibadah Shalat Idul Fitri di Jatinegara, Jakarta, Rabu (5/6). Naskah Khutbah Jumat: Keutamaan Memberi Maaf

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Bukanlah memaafkan namanya apabila masih ada tersisa bekas luka dalam hati.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Viqi Nursekha, Sekretaris Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Brebes

إِنَّ اْلحَمْدَ لِلّهِ نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِيْنُهُ وَ نَسْتَغْفِرُهُ، وَ نَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَ مِنْ سَيِّئاَتِ أَعْمَالِناَ. مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضَلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَا دِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. الَّلهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلىَ نَبِيِّناَ مُحَمَّد وَ عَلىَ اٰلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ فَياَعِبَادَ اللهِ. أُصِيْكُمْ وَإَيّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ

Baca Juga

Jamaah shalat Jum’at rahimakumullah,

Kita sebagai umat Islam sudah sepantasnya memanjatkan syukur kehadirat Allah SwT, Dzat yang memang pantas kita mengucap syukur kepada-Nya. Shalawat serta salam semoga tetap terlimpahkan kepada baginda Rasulullah Muhammad saw, beliau merupakan suri tauladan bagi kita. Melalui perantara beliau juga, Islam semakin tersebar serta terus bersinar meskipun banyak golongan yang ingin meredupkannya.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Tema khutbah pada kesempatan yang mulia ini ialah Keutamaan Memberi Maaf. Allah SwT berfirman:

ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ فِي ٱلسَّرَّآءِ وَٱلضَّرَّآءِ وَٱلۡكَٰظِمِينَ ٱلۡغَيۡظَ وَٱلۡعَافِينَ عَنِ ٱلنَّاسِۗ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلۡمُحۡسِنِينَ

(yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan. (QS. Ali Imran: 134).

Merujuk pada ayat di atas, kita selaku orang Muslim dianjurkan untuk mengambil satu dari tiga sikap jika seseorang melakukan kekeliruan terhadap kita, yaitu menahan amarah, memaafkan, dan berbuat baik terhadap orang tersebut. Ketiga sikap ini juga menjadi kriteria bagi orang yang mencapai derajat muhsinin.

sumber : Suara Muhammadiyah
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile