Thursday, 3 Rabiul Awwal 1444 / 29 September 2022

Thursday, 3 Rabiul Awwal 1444 / 29 September 2022

 

3 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Mantan Kanselir Jerman Gugat Bundestag

Jumat 12 Aug 2022 07:42 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Esthi Maharani

 File--- File foto menunjukkan Kanselir Jerman Gerhard Schroeder, kanan, menyambut Presiden Rusia Vladimir Putin di Berlin, Jerman, Kamis 8 September 2005. Pejabat lokal dengan partai Kanselir Jerman Olaf Scholz telah bertemu untuk mempertimbangkan seruan untuk mengusir mantan Kanselir Gerhard Schroeder . Hubungan lama mantan pemimpin itu dengan sektor energi Rusia dan penolakan untuk menjauhkan diri sepenuhnya dari Presiden Vladimir Putin setelah Rusia menginvasi Ukraina telah membuat posisi politiknya compang-camping.

File--- File foto menunjukkan Kanselir Jerman Gerhard Schroeder, kanan, menyambut Presiden Rusia Vladimir Putin di Berlin, Jerman, Kamis 8 September 2005. Pejabat lokal dengan partai Kanselir Jerman Olaf Scholz telah bertemu untuk mempertimbangkan seruan untuk mengusir mantan Kanselir Gerhard Schroeder . Hubungan lama mantan pemimpin itu dengan sektor energi Rusia dan penolakan untuk menjauhkan diri sepenuhnya dari Presiden Vladimir Putin setelah Rusia menginvasi Ukraina telah membuat posisi politiknya compang-camping.

Foto: AP/Herbert Knosowski
Schroeder dicemooh karena pandang pro-Rusia.

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Media Jerman, DPA melaporkan Gerhard Schroeder menggugat house of parliament Jerman atau Bundestag untuk mendapatkan kembali hak istimewanya sebagai mantan kanselir. Schroeder dicemooh karena pandang pro-Rusia.

 

Pada bulan Mei lalu hak istimewanya untuk memiliki kantor yang dibiayai pajak masyarakat dicabut. Setelah menolak menjaga jarak dengan Presiden Rusia Vladimir Putin usai invasi Moskow ke Ukraina pada Februari lalu.

Pada DPA, pengacaranya Michael Nagel mengatakan Schroeder mengajukan gugatan ke pengadilan administratif Berlin. Bundestag belum menanggapi permintaan komentar.

Dalam dokumen pengadilan yang dilihat DPA, Jumat (12/8/2022), disebutkan keputusan menutup kantor Schroeder dan merelokasi sisa pegawainya "sedikit mengingatkan negara absolut pangeran dalam bentukannya" dan tidak boleh diizinkan di negara konstitusi demokrasi.

Kanserlir Jerman dari 1998 sampai 2005 itu memiliki hubungan dekat dengan Putin. Schroeder kerap menyebut Putin sebagai teman dekatnya, dan mereka menghabiskan waktu berjam-jam berdiskusi sambil minum-minum.

Ia terbang ke Moskow pada akhir Juli lalu untuk bertemu dengan Putin. Setelah ia mengatakan Rusia ingin menegosiasikan solusi perang dengan Ukraina. Saat itu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menggambarkan perilaku Schroeder "menjijikan."

Schroeder berkontribusi pada pembangunan Nord Stream yang menyalurkan gas Rusia ke Jerman melalui pipa bawah laut Baltik. Berdasarkan akun LinkedIn, Schroeder ketua dewan komite Nord Stream AG, operator pipa yang mayoritas milik perusahaan Rusia, Gazprom.

Setelah kritikan keras pada bulan Mei lalu Schroeder mundur dari dewan perusahaan minyak milik Rusia, Rosneft dan menolak pencalonan anggota dewan di Gazprom.

Pada awal pekan ini ia berhasil lolos dari upaya cabang lokal Partai Demokrat Sosial mengusirnya. Komite mengatakan tidak ada bukti ia telah melanggar peraturan partai.

sumber : Reuters
Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile