KWT Kedungaren Yogyakarta Bangun Bangsal Pascapanen Olahan Pisang

Red: Muhammad Fakhruddin

KWT Kedungaren Yogyakarta Bangun Bangsal Pascapanen Olahan Pisang (ilustrasi).
KWT Kedungaren Yogyakarta Bangun Bangsal Pascapanen Olahan Pisang (ilustrasi). | Foto: ANTARA/Mohamad Hamzah

REPUBLIKA.CO.ID,SLEMAN -- Kelompok Wanita Tani (KWT) Kedungaren, Padukuhan Pisangan, Kelurahan Tridadi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta membangun bangsal pascapanen olahan pisang guna memasarkan olahan organ tanaman pisang yang dikembangkan di wilayah itu.

Peletakan batu pertama pembangunan bangsal pascapanen olahan pisang tersebut dilakukan Wakil Bupati Sleman Danang Maharsadi Sleman, Jumat (12/8/2022).

"Kami terus berupaya untuk membantu masyarakat khususnya pelaku UMKM untuk terus mengembangkan produknya," kata Danang Maharsa.

Menurut dia, potensi UMKM yang ada di Sleman ini mendapat perhatian pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Pertanian sehingga diberikan bantuan untuk pengembangan UMKM.

Baca Juga

Ia mengatakan, adanya bantuan ini menjadi kabar baik dan menjadi motivasi pelaku UMKM di Sleman untuk terus berinovasi dalam mengembangkan produknya.

"Diharapkan seluruh bantuan yang diberikan dapat dijaga dan dirawat bersama dan dapat dimaksimalkan untuk memajukan UMKM," kata Wakil Bupati Sleman.

Dalam pembangunan bangsal pascapanen ini, Kementerian Pertanian memberikan bantuan kurang lebih sebesar Rp164 juta dengan target pembangunan selesai pada akhir Oktober 2022.

Pengurus KWT Kedungaren Vera mengatakan, pembangunan bangsal tersebut merupakan bantuan DirjenHoltikultura Kementerian Pertanian.

"Kami menerima bantuan dari Kementerian Pertanian salah satunya pembangunan bangsal pascapanen. Sementara bantuan lain yaitu berupa kendaraan roda tiga dan satu set alat pengolahan organ tanaman pisang," katanya.

Menurut dia, bantuan tersebut dapat diperoleh KWT Kedungaren melalui rekomendasi Pemerintah Kabupaten Sleman dalam hal Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa.

"KWT Kedungaren ini memang fokus mengembangkan dan memasarkan olahan organ tanaman pisang. Jadi seluruh bagian dari tanaman pisang diolah semuanya," katanya.

Ia mengatakan, dalam prosesnya KWT Kedungaren mendapat rekomendasi untuk mengikuti berbagai pameran yang kemudian berlanjut direkomendasikan untuk mendapat bantuan dalam mengembangkan produk olahan pisang.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id

Terkait


3 Makanan Ini Dapat Tangkal Efek Negatif Garam Bagi Kesehatan

Kurangi Risiko Hipertnsi, Ini Cara Mudah Kurangi Dampak Negatif Garam

Makanan Sehat Ini Bisa Picu Lonjakan Kadar Gula Darah

Filipina Minta Kenaikan Harga Pisang pada Konsumen Jepang

4 Makanan yang Harus Dikonsumi untuk Atasi Hipertensi

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

yogya@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark