Thursday, 3 Rabiul Awwal 1444 / 29 September 2022

Thursday, 3 Rabiul Awwal 1444 / 29 September 2022

 

3 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Tujuh Kecamatan di Lombok Timur Mengalami Kekeringan

Sabtu 13 Aug 2022 03:46 WIB

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih

Pengendara sepeda motor melintas dekat pohon jati yang meranggas di Kecamatan Moyo Hulu, Sumbawa Besar, NTB. Tujuh di antara 21 kecamatan di Lombok Timur mengalami kekeringan dampak kemarau. Ilustrasi.

Pengendara sepeda motor melintas dekat pohon jati yang meranggas di Kecamatan Moyo Hulu, Sumbawa Besar, NTB. Tujuh di antara 21 kecamatan di Lombok Timur mengalami kekeringan dampak kemarau. Ilustrasi.

Foto: ANTARA/Ahmad Subaidi
Tujuh di antara 21 kecamatan di Lombok Timur mengalami kekeringan dampak kemarau

REPUBLIKA.CO.ID, SELONG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat mencatat tujuh di antara 21 kecamatan di daerah setempat telah melaporkan kekurangan air bersih dampak musim kemarau 2022.

 

"Kita akan segera melakukan dropping (penyaluran) air bersih di tujuh kecamatan dengan 38 desa terdampak tersebut," kata Bupati Lombok Timur M. Sukiman saat memimpin rapat penanganan dampak kekeringan di kantor bupati setempat yang dikutip dari keterangan resminya di Selong, Sabtu (13/8/2022).

Baca Juga

Tujuh kecamatan itu yakni Jerowaru, Keruak, Sambelia, Suwela, Aikmel, dan Lenek. "Dropping air bersih ini dilaksanakan selama tiga bulan, yaitu Agustus hingga Oktober mendatang dan dapat segera dilaksanakan. Karenanya administrasi untuk mendukung kegiatan tersebut diharapkan sesegera mungkin," katanya.

Menurutnya pemerintah daerah telah melakukan berbagai upaya dan program dalam mengantisipasi kekeringan. Upaya itu termasuk pembuatan sumur bor di sejumlah kecamatan yang rutin mengalami kekurangan air bersih seperti di wilayah selatan. "Ketersediaan air bersih menjadi fokus pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," ujar Sukiman.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan delapan kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat berstatus siaga bencana kekeringan meteorologi dampak musim kemarau 2022. "Status siaga kekeringan meteorologis terjadi di Kabupaten Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Utara, Sumbawa, Sumbawa Barat, Bima, Dompu dan Kota Bima," kata Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Nusa Tenggara Barat, Dewo Adi Sulistio W.

Daerah yang mengalami kekeringan di Kabupaten Kabupaten Lombok Timur yaitu Kecamatan Sambelia, Montong Gading, Masbagik, Jerowaru, dan Sakra Barat. Di Kabupaten Lombok Tengah yaitu Kecamatan Janapria dan Kabupaten Lombok Utara yaitu Kecamatan Pemenang.

Di Kabupaten Sumbawa yaitu Kecamatan Buer, Moyo Hilir, Lape, Moyo Hulu, Plampang, Lape, Moyo Utara, Moyo Hilir, Unter Iwes, Empang, dan Labangka. Di Kabupaten Sumbawa Barat yaitu Kecamatan Taliwang, Jereweh, Maluk dan Sekongkang, di Kabupaten Dompu yaitu Kecamatan Dompu, Kempo, manggalewa, Pajo, dan Kilo.

Di Kabupaten Bima yaitu Kecamatan Sape, Lambu, Belo, Bolo, Lambitu, Madapangga Monta, Palibelo, Soromandi, dan Wawo. Sedangkan di Kabupaten Bima yaitu Kecamatan Raba dan Rasanae Timur.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile