Tuesday, 8 Rabiul Awwal 1444 / 04 October 2022

Tuesday, 8 Rabiul Awwal 1444 / 04 October 2022

8 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Cerita Gus Dur Makan Mie Instan di Jepang demi Ngirit Uang Saku

Ahad 14 Aug 2022 02:52 WIB

Rep: Kurusetra/ Red: Partner

.

.

Foto: network /Kurusetra
Gus Dur memilih makan mie instan karena makanan di hotel harganya sangat mahal.

Gus Dur. Gus Dur pernah makan mie instan gara-gara makanan hotel di Jepang kelewat mahal. Foto: IST.
Gus Dur. Gus Dur pernah makan mie instan gara-gara makanan hotel di Jepang kelewat mahal. Foto: IST.

KURUSETRA -- Salam Sedulur... Informasi terkait harga mie instan yang disebut akan naik tiga kali lipat membuat heboh masyarakat, khususnya para pecinta mie seperti anak kos. Padahal, mie instan adalah salah satu makanan pokok sekaligus makanan alternatif bagi sebagian masyarakat. Bicara mie instan, Gus Dur punya cerita lucu soal makanan "cepat saji" ini ketika sedang berada di Jepang.

Kisah ini diceritakan Muhammad AS Hikam di buku Gus Durku, Gus Dur Anda, Gus Dur Kita. Cerita dimulai pada Desember 1996 saat Gus Dur diundang ke Tokyo oleh Japanese Institute for International Relations (JIIR), salah satu lembaga milik Kementerian Luar Negeri Jepang. Gus Dur diundang untuk sebuah seminar internasional mengenai Islam.

BACA JUGA: Cerita Gus Dur Soal Adzan Pakai Toa Masjid

Gus Dur dan Hikam sampai di Hotel Okura sekitar pukul 10.30 setelah dijemput dari Narita menggunakan Limousine dan menempuh perjalanan sekitar 2 jam. Begitu tiba, kami berdua, langsung merasa rada “intimidated” dengan hotel yang begitu mewah dan pelayanan ala Jepang yang super sopan dan halus, tapi luar biasa efsien dan efektif! Lebih “seru” lagi ketika Gus Dur mau mengajak makan siang dan memeriksa buku menu room service hotel.

Hikam yang menjadi Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) saat Gus Dur menjadi presiden, mengaku shock rasanya melihat harga yang tertera di sana, sampai Gus Dur pun tersenyum-senyum. “Mahal ya Kang, makan di Hotel mewah ini," kata Gus Dur.

BACA JUGA: Humor Gus Dur: PKB Kalah di Madura Gara-Gara Jurkam Bilang Pilih PeKabeh, P Semua (PPP)

Hikam menimpali, “Kalau mahal itu fitnah, gus. Yang bener suuangat mahal!” dan kami berdua pun ngakak!

“Tapi Gus, sebenarnya kita ini kan ditanggung untuk makannya juga," kata Hikam.

“Iya, tapi sampeyan lihat kan kita ini belum masuk jam makan siang, dan ini belum dicover. Makanya kita tadi disangoni panitia untuk makan pagi dan siang kalau masih belum di atur panitia," ujar Gus Dur.

BACA JUGA: Humor Gus Dur: Watak Petruk Berubah Saat Jadi Raja, Makanya Cari Pemimpin yang tak Gampang Berubah

“Bener Gus, tapi kok mahal begini ya, jangan-jangan sangu yang diberikan gak cukup," ucap Hikam menimpali. "Lihat saja, sarapan kontinental ala Amerika aja sekian ribu Yen. Kalau makan siang lebih mengerikan lagi, Gus.”

“Sudah gini saja Kang. Kita jalan-jalan saja keluar Hotel, cari warung kecil khas Jepang. Mungkin nanti ada yang lebih murah. Sangunya nanti kita simpan buat beli oleh-oleh ” ujar Gus Dur memberikan jalan tengah.

“Oke Gus, saya ndherek saja ”

Setelah itu Gus Dur dan Hikam mencari makan di luar hotel... baca di halaman selanjutnya...


Setelah itu Gus Dur dan Hikam keluar hotel berjalan agak jauh hingga di depan Kedubes AS di Jepang. Di sana ada deretan restoran Jepang mungil-mungil yang menjajakan makanan seperti bento, ramen, shusi, yosenabe, di samping makanan dalam kotak seperti mie cup ala Jepang (ramen), dan sebagainya. Kami berdua masuk dan memesan yosenabe (sup ikan) dan beberapa potong sushi serta ocha (teh) panas. Lumayan juga bisa makan kenyang dengan harga jauh sekali di bawah menu Hotel Okura.

“Nah, Kang. Kita kan gak perlu pesen makanan di Hotel. Kita beli saja mie cup beberapa dan nati kalau lapar kita makan di kamar. Ngirit uang sangu kan," kata Gus Dur.

“Sip lah Gus, saya juga suka model mie cup ini kok," ditimpali Hikam.

BACA JUGA: Kemenkominfo Blokir 10 Situs, Teringat Humor Gus Dur Tentang Kiai yang Pamer Internet di Pesantren

Hikam dan Gus Dur pun membeli beberapa mie cup dan dimasukkan ke dalam tas plastik putih. Keduanya lalu kembali ke hotel.

Hikam mengaku agak malu membawa tas plastik berisi mie cup karena sangat tidak pas dalam lingkungan yang demikian kontras! Tapi karena Gus Dur cuek saja, maka ia pun tidak mau memikirkan lagi.

BACA JUGA: Humor Gus Dur: Dibentak Istri Ajudan, Presiden Gus Dur tak Marah Malah Bilang Gitu Aja Kok Repot

Namun baru saja sampai lift, tiba-tba ada suara memanggil GD yang ternyata dari orang berbaju India warna putih berlari kecil menghampiri Gus Dur. “Gus Dur, wait up! ”

“Oh, Masya Allah, Dr. Ali Asghar, how’ve you been?” (Apa kabar Dr Ali Asghar) Gus Dur menyalami orang itu. Dia adalah pemikir dari India yang cukup terkenal. Namanya dikenal juga dengan Ali Asghar Engeener.

BACA JUGA: Sempat Dihina, Usmar Ismail Bungkam Kesombongan Pengelola Bioskop Belanda Lewat Film Krisis

“You just coming in or you’re alreday here for several days?” Tanya Dr. Ali (Anda baru saja sampai atau sudah beberapa hari disini?)

“We’re just in a couple of hours ago and came back from lunch.” Gus Dur mengatakan bahwa kami baru sampai dan barusan makan siang.

“Oh, I should have been go to lunch with you, Gus. I really am starving, but couldn’t eat here in the Hotel. The price’s crazy!” Kata AA, yang mengatakan bahwa beliau gak mungkin makan siang di hotel, karena harganya edan-edanan. (Kami pun tertawa bareng)

BACA JUGA: Download GB WhatsApp (GB WhatsApp) Edisi Terbaru Agustus 2022 di Sini: Cepat, Mudah, dan Resmi

“Oh, by the way Doctor, this is Dr. Hikam, my colleague from Jakarta. He’s just graduated from the US and work at LIPI. Of course, he’s a NU too, hehehe..” Kata Gus Dur mengenalkan Hikam yang lalu saling bersalaman. Hikam mengaku lihat Gus Dur sangat gembira bertemu Dr. AA di sini dan langsung kumat penyakit guyonnya.

“Begini Dr Ali. Kita tadi keluar Hotel juga karena harga makanan di sini gila-gilaan. Daripada uang sangu kita bayar ke hotel lebih baik kita makan di warung kecil saja. Jadi sekarang, saya dan Kang Hikam ini ikut gerombolan Abu Noodle, bukan Abu Nidal teroris Hahahaha ” (Hikam dan Dr Ali juga cekakakan karena Gus Dur memelesetkan nama tokoh teroris Palestina dengan mie cup).

“Wah kalau begitu saya juga harus jadi anggota grup Abu Noodle, dong. Di mana tempatnya?” tanya Dr Ali.

Gus Dur pun memberi tahu tempatnya.


Malamnya, ketika ada resepsi “mewah” yang dihadiri oleh Menlu, kami bertiga duduk di meja yang sama. Baru saja duduk, Dr. Ali Ashghar sudah menepuk bahu Gus Dur.

“Gus Dur, saya sekarang resmi jadi anggota kelompok Abu Noodle. Tadi siang saya juga beli beberapa mie cup dan saya akan makan itu saja, kecuali ada makan gratis seperti malam ini, hehehe ”

Hikam benar-benar terpesona dengan keakraban beliau berdua yang dalam keadaan apa pun selalu tak melupakan humor. Malam itu Gus Dur diminta memberi sambutan utama dalam resepsi disusul oleh yang lain, termasuk Dr. Ali. Beliau bilang sama saya, “Indonesia sangat beruntung punya Gus Dur.”

“India juga sangat beruntung punya anda, Dr. Ali," jawab Hikam.

BACA BERITA MENARIK LAINNYA:

> Banyak Pria Jakarta Sakit Raja Singa Gara-Gara Wisata "Petik Mangga"

> Rektor ITK Singgung Manusia Gurun, Teringat Humor Gus Dur Tentang Unta Hewan Gurun yang Pendendam

> Kiai Tampar Anggota Banser: Kiai Gak Dijaga Malah Gereja yang Dijaga!

> Kata Siapa Muhammadiyah tidak Punya Habib, KH Ahmad Dahlan Itu Keturunan Rasulullah

> Pak AR Salah Masuk Masjid, Diundang Ceramah Muhammadiyah Malah Jadi Imam Tarawih di Masjid NU

> Humor Gus Dur: Yang Bilang NU dan Muhammadiyah Berjauhan Hanya Cari Perkara, Yang Dipelajari Sama

> Humor Cak Nun: Soal Rokok Muhammadiyah Terbelah Jadi Dua Mahzab

> Humor Ramadhan: Puasa Ikut NU yang Belakangan, Lebaran Ikut Muhammadiyah yang Duluan

> Muhammadiyah Tarawih 11 Rakaat, Pakai Formasi 4-4-3 atau 2-2-2-2-2-1?

.

Ikuti informasi penting seputar berita terkini, cerita mitos dan legenda, sejarah dan budaya, hingga cerita humor dari KURUSETRA. Kirim saran dan kritik Anda ke email kami: kurusetra.republika@gmail.com. Jangan lupa follow juga Youtube, Instagram, Twitter, dan Facebook KURUSETRA.

sumber : https://kurusetra.republika.co.id/posts/171639/cerita-gus-dur-makan-mie-instan-di-jepang-demi-ngirit-uang-saku
BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 

BERITA TERKAIT

 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile