Thursday, 3 Rabiul Awwal 1444 / 29 September 2022

Thursday, 3 Rabiul Awwal 1444 / 29 September 2022

 

3 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Pakar UI: Kasus Sambo Ujian Besar bagi Polri

Ahad 14 Aug 2022 07:04 WIB

Red: Joko Sadewo

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo memberikan keterangan pers terkait tersangka baru kasus dugaan penembakan Brigadir J di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (9/8/2022). Timsus Polri secara resmi menetapkan mantan Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo sebagai tersangka.

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo memberikan keterangan pers terkait tersangka baru kasus dugaan penembakan Brigadir J di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (9/8/2022). Timsus Polri secara resmi menetapkan mantan Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo sebagai tersangka.

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Kapolri sudah menjalankan arahan Presiden Jokowi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pakar hukum pidana Universitas Indonesia (UI) Eva Achjani Zulfa, mengingatkan kasus pembunuhan Brigadir Joshua, merupakan ujian besar bagi Polri. Citra polisi dipertaruhkan dalam kasus Irjen Ferdy Sambo ini.

 

“Kasus Sambo merupakan ujian besar buat institusi kepolisian. Karena lembaga ini diuji apakah masih tetap dapat amanah menjalankan penegakan hukum tanpa suatu bentuk pengecualian atau pengistimewaan,” ungkap Eva, Ahad (14/8/2022).

Dalam kasus pembunuhan Brigadir Joshua, lembaga yang dipimpin Kapolri Listyo Sigit sudah menetapkan dan menahan sejumlah tersangka, Termasuk memutasi dan menonaktifkan sejumlah jenderal. 

Langkah Kapolri ini, sesuai dengan perintah Presiden Jokowi, yang meminta kasus ini dituntaskan secara  cepat, transparan, dan akuntabel.

Eva mengatakan dalam penanganan kasus ini, seperti jaring laba-laba. Bukan sekadar pembunuhan, tapi berkaitan dengan penyidikan, menghadirkan bukti, baik alat bukti dan barang bukti, maupun dalam perlakuan seperti interograsi dan penahanan.

Eva menambahkan reformasi Polri secara eksternal sudah dapat diukur dengan kinerja polisi selama ini. "Tapi bagaimana dengan reformasi internal seperti budaya Korupsi, kolusi dan nepotisme dalam penanganan kasus, pengembangan lembaga terkait dengan SDM dan lain sebagainya?” ungkap Eva.

Banyak pejabat yang terkait dengan kasus Sambo, lanjutnya, mencerminkan bahwa KKN masih ada dalam lembaga. “Dan ini menjadi PR besar ke depan,” ungkapnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile