Senin 15 Aug 2022 20:42 WIB

Hippindo Cetuskan 15 Agustus Jadi Hari Ritel Modern Nasional

Penetapan tanggal 15 Agustus berdasarkan waktu mulai beroperasinya Gedung Sarinah..

Red: Nidia Zuraya
Petugas membersihkan area pameran karya seni bertajuk Ilusi di Gedung Sarinah, Jakarta (ilustrasi). Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) mencetuskan 15 Agustus menjadi Hari Ritel Modern Nasional (Harmoni) berdasarkan pertimbangan pembukaan perdana Gedung Sarinah pada 15 Agustus 1966.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Petugas membersihkan area pameran karya seni bertajuk Ilusi di Gedung Sarinah, Jakarta (ilustrasi). Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) mencetuskan 15 Agustus menjadi Hari Ritel Modern Nasional (Harmoni) berdasarkan pertimbangan pembukaan perdana Gedung Sarinah pada 15 Agustus 1966.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah mencetuskan 15 Agustus menjadi Hari Ritel Modern Nasional (Harmoni) berdasarkan pertimbangan pembukaan perdana Gedung Sarinah pada 15 Agustus 1966.

"Pada 15 Agustus tahun 1966, Gedung Sarinah beroperasi, entah dibilang ulang tahun Sarinah atau grand opening mungkin saat itu. Tahun ini, kami berikan penghargaan kepada Gedung Sarinah," ungkap dia saat menyambut acara Indonesia Retail Summit 2022 yang diadakan Hippindo di Gedung Sarinah Jakarta, Senin (15/8/2022).

Baca Juga

Pihaknya sangat berbangga karena Gedung Sarinah merupakan ritel dan pusat perbelanjaan modern pertama di Asia Tenggara. Menurut dia, hal tersebut prestasi dari bangsa Indonesia.

"Kita akan lanjutkan dari peritel-peritel Indonesia. Kita percaya bahwa tanggung jawab Indonesia bukan hanya di sektor lokal, tetapi juga di sektor regional dan global," ucapnya.

Selama pembukaan Gedung Sarinah, Hippindo disebut percaya diri karena pusat perbelanjaan tersebut telah menjadi kekuatan baru sektor ritel offline karena kedatangan kunjungan 41 ribu orang per hari.

Sektor ritel dinilai sebagai lokomotif yang melibatkan semua ekosistem. Jika sektor itu menghadapi masalah, maka pabrik, supplier, dan pusat belanja bakal menghadapi masalah, sehingga ritel harus segera kembali disehatkan mulai dari skala lokal, regional, hingga global.

"Pandemi Covid-19 tak bisa dijadikan suatu ketakutan, kita harus berani. Tanggal 15 Agustus kita jadikan momentum untuk bangkit kembali, kita akan buka toko-toko yang (sebelumnya) tutup, dan akan bekerja sama antara retailer dengan mal-malnya, juga dengan semua supplier," kata Budihardjo

Indonesia Retail Summit 2022 dibuka mulai 15-16 Agustus 2022. Acara tersebut turut menjadi side event dari Presidensi G20.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement