Wednesday, 2 Rabiul Awwal 1444 / 28 September 2022

Wednesday, 2 Rabiul Awwal 1444 / 28 September 2022

 

2 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Sandiaga Pastikan tidak Semua Destinasi Wisata Alami Kenaikan Tarif

Senin 15 Aug 2022 22:40 WIB

Red: Nidia Zuraya

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno memastikan tidak semua destinasi pariwisata nantinya mengalami kenaikan tarif, demi menjaga aspek kualitas dan keberlanjutannya.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno memastikan tidak semua destinasi pariwisata nantinya mengalami kenaikan tarif, demi menjaga aspek kualitas dan keberlanjutannya.

Foto: ANTARA/Muhammad Adimaja
Pemerintah tengah mengedepankan pariwisata berbasis kualitas dan berkelanjutan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno memastikan tidak semua destinasi pariwisata nantinya mengalami kenaikan tarif, demi menjaga aspek kualitas dan keberlanjutannya.

 

Hal itu berkaca pada rencana kenaikan tarif Candi Borobudur dan Taman Nasional Komodo yang dilakukan untuk membatasi pengunjung demi mendukung konservasi destinasi tersebut.

Baca Juga

"Tapi harapannya tentu bukan berarti semua akan dinaikkan tarifnya, tapi justru harus ada kajian pembatasannya seperti apa dan bagaimana kita juga bisa memberikan layanan yang lebih baik kepada para wisatawan," katanya dalam Weekely Press Briefing yang diikuti secara daring di Jakarta, Senin (15/8/2022).

Sandiaga mengakui saat ini pemerintah tengah mengedepankan pariwisata berbasis kualitas dan berkelanjutan (quality and sustainability). "Artinya, semua destinasi wisata harus memiliki kedua aspek tersebut," imbuhnya.

Menurut Sandiaga, aspek kualitas dan keberlanjutan destinasi wisata menjadi fokus utama pemerintah demi mendukung konservasi dan ekonomi di sektor pariwisata. Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu pun mengajak seluruh pengelola destinasi wisata untuk bisa mendukung pariwisata berbasis kualitas dan keberlanjutan.

"Bagaimana agar kita bisa mengembangkan ke depannya sehingga upaya konservasi dan peningkatan ekonomi ini bisa berjalan secara beriringan," katanya.

Sebelumnya, pada Juni lalu, pemerintah sempat mengumumkan kenaikan tarif masuk Candi Borobudur sebesar Rp750 ribu bagi WNI dan 100 dolar AS bagi turis asing untuk membatasi jumlah wisatawan yang masuk hanya sebanyak 1.200 orang per hari. Rencana tersebut diprotes banyak pihak hingga akhirnya dibatalkan. 

Sebulan kemudian, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengumumkan akan memberlakukan harga tiket masuk Taman Nasional (TN) Komodo sebesar Rp3,75 juta. Rencana tersebut pun sempat membuat gaduh karena pelaku wisata di Labuan Bajo melakukan aksi mogok sebagai bentuk protes atas kebijakan tersebut.

Hingga akhirnya, pekan lalu Pemprov NTT menunda kenaikan tarif hingga 2023.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile