Thursday, 3 Rabiul Awwal 1444 / 29 September 2022

Thursday, 3 Rabiul Awwal 1444 / 29 September 2022

 

3 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Tim Basarnas Cari Anak Hilang Terseret Arus di Aceh Besar

Senin 15 Aug 2022 16:13 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Ilustrasi Tenggelam

Ilustrasi Tenggelam

Foto: Foto : MgRol112
Anak itu terseret arus saat bermain bersama rekan-rekannya.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH -- Tim Basarnas mencari seorang anak berusia sembilan tahun yang dilaporkan hilang setelah terseret ombak saat main di laut bersama tiga anak lainnya di Pantai Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar.

 

Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Banda Aceh Ibnu Harris Al Hussain di Banda Aceh, Senin, mengatakan korban Nurul Aprilia. Pencarian terhadap korban sudah memasuki hari kedua. "Korban saat ini masih dalam pencarian. Dalam kejadian tersebut, seorang anak ditemukan meninggal dunia dan dua lainnya berhasil diselamatkan warga," kata Ibnu Harris Al Hussain

Baca Juga

Korban meninggal dunia bernama M Raffi (8). Sedangkan korban selamat yakni Bayu berusia 12 tahun dan Aulia, berumur 10 tahun. Semua korban merupakan warga Blangbintang, Kabupaten Aceh Besar.

Ibnu Harris mengatakan kejadian berawal ketika empat anak tersebut main di laut di Pantai Lhoknga, Ahad(14/8) sekira pukul 16.00 WIB. Saat mandi, tiba-tiba datang ombak besar dan menyeret mereka ke laut.

Dua korban berhasil diselamatkan masyarakat yang sedang berada di pantai tersebut. Sedangkan dua lainnya hilang dibawa ke tengah laut, kata Ibnu Harris Al Hussain menyebutkan.

Basarnas yang menerima laporan tersebut langsung memberangkatkan tim. Tim SAR tiba di lokasi sekira pukul 17.00 WIB dan langsung melakukan pencarian korban. "Pencarian korban menggunakan perahu karet. Setelah pencarian selama satu jam, korban atas nama M Rafli ditemukan meninggal dunia sekitar 15 meter dari pantai," kata Ibnu Harris Al Hussain.

Ibnu Harris Al Hussain mengatakan pencarian dihentikan karena kondisi sudah gelap. Pencarian seorang korban lainnya dilanjutkan Senin ini mulai pukul 07.30 WIB menggunakan perahu karet dengan jarak dua kilometer dari titik korban terakhir terlihat.

"Selain tim Basarnas, pencarian korban juga melibatkan potensi SAR lainnya seperti TNI AL, personel Polsek dan Koramil setempat, serta masyarakat," kata Ibnu Harris Al Hussain.

sumber : Antara
Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile