Tuesday, 8 Rabiul Awwal 1444 / 04 October 2022

Tuesday, 8 Rabiul Awwal 1444 / 04 October 2022

8 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Istana Nayef Kuwait Raih Status Situs Warisan Islam

Selasa 16 Aug 2022 06:57 WIB

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Agung Sasongko

Pasukan militer Kuwait dan warga setempat memasuki istana untuk menyaksikan tradisi  menembakan meriam kosong sebagai tanda berbuka puasa di Istana Naif, Kuwait City, Kuwait, Senin (21/5)  waktu setempat

Pasukan militer Kuwait dan warga setempat memasuki istana untuk menyaksikan tradisi menembakan meriam kosong sebagai tanda berbuka puasa di Istana Naif, Kuwait City, Kuwait, Senin (21/5) waktu setempat

Foto: Nouval Ibrahim/EPA EFE
Istana Naif di Kota Kuwait telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Islam.

REPUBLIKA.CO.ID KUWAIT -- Istana Naif di Kota Kuwait telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Islam oleh Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Dunia Islam. Informasi ini disampaikan oleh Kantor Berita Kuwait, Senin (15/8) kemarin.

Presiden komite warisan dunia Islam di ICESCO, Dr Waleed Al-Saif, mengatakan keputusan untuk mengakui istana dibuat selama sesi ke-10 komite di Rabat. Dia lantas memuji bangunan itu sebagai tonggak budaya lain bagi negara.

Baca Juga

Area Kazma Kuwait, Pulau Failaka dan Al-Qurainya juga dilaporkan sudah ada dalam daftar. Adapun situs Kuwait lainnya yang masuk daftar awal ICESCO antara lain: Istana Sheikh Abdullah Al-Jabir, cagar laut Mubarak Al-Kabeer dan Pulau Boubyan.

Dilansir di Arab News, Selasa (16/8/2022), menurut Al-Saif, komite tersebut memiliki anggota dari sembilan negara Islam, yang dipilih oleh menteri kebudayaan dari 54 negara Muslim.

Adapun keputusan untuk menjadikan Istana Naif sebagai Situs Warisan Islam dibuat sesuai dengan standar evaluasi internasional. Ia juga menambahkan, monumen semacam itu perlu dilestarikan dan dilindungi untuk generasi mendatang.

Istana Naif memiliki luas 28.802 meter persegi. Situs ini dibangun pada 1919, pada masa pemerintahan Emir Sheikh Salem Al-Mubarak Al-Sabah. Di dalam bangunan ini terdapat 219 kamar dan juga sebuah masjid, asrama garrisun dan gudang amunisi.

Istana tersebut sempat diperluas pada 1950 dan sekarang melayani peran seremonial selama Ramadhan. Latihan kanon dilakukan di sini dan disiarkan di TV nasional, untuk menandai berbuka puasa.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile