Tuesday, 5 Jumadil Awwal 1444 / 29 November 2022

Tuesday, 5 Jumadil Awwal 1444 / 29 November 2022

5 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Inggris akan Potong Bea Masuk Produk Impor dari Negara Berkembang

Selasa 16 Aug 2022 08:46 WIB

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Nidia Zuraya

Suasana bongkar muat di pelabuhan (ilustrasi). Inggris akan memotong pajak impor (bea masuk) pada ratusan produk impor dari beberapa negara termiskin di dunia.

Suasana bongkar muat di pelabuhan (ilustrasi). Inggris akan memotong pajak impor (bea masuk) pada ratusan produk impor dari beberapa negara termiskin di dunia.

Foto: Republika/Prayogi
Pemotongan pajak bea masuk ini mencakup 65 negara berkembang.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Inggris akan memotong pajak impor (bea masuk) pada ratusan produk impor dari beberapa negara termiskin di dunia. Pemangkasan pajak ini untuk meningkatkan hubungan perdagangan bilateral maupun multilateral.

Seperti dilansir dari BBC, Selasa (16/8/2022) skema perdagangan negara berkembang mulai berlaku pada bulan Januari dan dibangun di atas skema yang menjadi bagian pertama dari Inggris saat menjadi anggota Uni Eropa.

Baca Juga

Barang-barang seperti pakaian, sepatu, dan makanan yang tidak diproduksi secara luas di Inggris akan mendapat manfaat dari tarif yang lebih rendah atau nol. Adapun, skema ini mencakup 65 negara berkembang.

Dengan kata lain, para negara berkembang sudah dapat mengekspor produk-produk itu ke Inggris tanpa adanya tarif bea masuk. Kebijakan itu juga disebut akan mempengaruhi sekitar 99 persen barang yang diimpor dari Afrika.

Departemen Perdagangan Internasional Inggris, mengatakan kebijakan itu adalah bagian dari dorongan yang lebih luas oleh Inggris untuk menggunakan perdagangan demo mendorong kemakmuran dan membantu memberantas kemiskinan serta mengurangi ketergantungan pada bantuan.

Sekretaris Perdagangan Internasional Anne-Marie Trevelyan mengatakan, sebagai negara perdagangan independen, kami mengambil kembali kendali atas kebijakan perdagangan kami dan membuat keputusan yang mendukung bisnis Inggris, membantu biaya hidup, dan mendukung ekonomi negara-negara berkembang di seluruh dunia.

"Bisnis Inggris dapat mengharapkan lebih sedikit birokrasi dan biaya yang lebih rendah, mendorong perusahaan untuk mengimpor barang dari negara berkembang," katanya seperti dikutip dari BBC.

Banyak barang, dari tekstil hingga buah-buahan, di 65 negara termiskin di dunia sudah mendapat manfaat dari pengurangan atau tarif nol ketika dijual ke Inggris. Kebijakan itu membuat produk menjadi lebih menarik.

Skema baru tersebut juga memotong beberapa biaya lebih lanjut, misalnya, pada mentimun yang tidak dapat diproduksi di Inggris selama musim dingin. Ini juga menyederhanakan aturan untuk barang mana, seperti beberapa tekstil, yang memenuhi syarat untuk perlakuan istimewa. 

Ia menjelaskan, kebijakan itu juga menyederhanakan aturan perdagangan seperti aturan asal, yang menentukan berapa proporsi produk yang harus dibuat di negara asalnya.

 

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile