Thursday, 3 Rabiul Awwal 1444 / 29 September 2022

Thursday, 3 Rabiul Awwal 1444 / 29 September 2022

 

3 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Harga Properti Terus Meningkat Meski Terbatas

Selasa 16 Aug 2022 10:04 WIB

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Fuji Pratiwi

Perumahan (ilustrasi). Hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia mengindikasikan bahwa harga properti residensial di pasar primer secara tahunan meningkat terbatas pada kuartal II 2022. Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono mengatakan Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) kuartal II 2022 tercatat meningkat sebesar 1,72 persen (yoy).

Perumahan (ilustrasi). Hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia mengindikasikan bahwa harga properti residensial di pasar primer secara tahunan meningkat terbatas pada kuartal II 2022. Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono mengatakan Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) kuartal II 2022 tercatat meningkat sebesar 1,72 persen (yoy).

Foto: Republika/Aditya Pradana Putra
Indeks harga properti resindesial kuartal II 2022 naik 1,72 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia mengindikasikan bahwa harga properti residensial di pasar primer secara tahunan meningkat terbatas pada kuartal II 2022. Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono mengatakan Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) kuartal II 2022 tercatat meningkat sebesar 1,72 persen (yoy).

 

"Nilai tersebut relatif terbatas dibandingkan dengan pertumbuhan pada kuartal sebelumnya sebesar 1,77 persen (yoy)," kata Erwin dalam keterangan pers, Selasa (16/8/2022).

Baca Juga

Pada kuartal III 2022, pertumbuhan harga properti residensial primer diprakirakan kembali meningkat terbatas sebesar 1,53 persen (yoy). Dari sisi penjualan, hasil survei kuartal II 2022 mengindikasikan penjualan properti residensial di pasar primer tumbuh meningkat.

Hal ini tecermin dari penjualan properti residensial yang tumbuh positif sebesar 15,23 persen (yoy) pada kuartal II 2022. Pada kuartal sebelumnya, nilainya terkontraksi sebesar 10,11 persen (yoy).

"Hasil survei juga menunjukkan bahwa pembiayaan non perbankan masih menjadi sumber pembiayaan utama untuk pembangunan properti residensial," katanya.

Pada kuartal II 2022, sebesar 64,82 persen dari total kebutuhan modal pembangunan proyek perumahan berasal dari dana internal. Sementara itu, dari sisi konsumen, pembiayaan perbankan dengan fasilitas KPR masih menjadi pilihan utama dalam pembelian properti residensial dengan pangsa sebesar 74,97 persen dari total pembiayaan.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile