Monday, 30 Safar 1444 / 26 September 2022

Monday, 30 Safar 1444 / 26 September 2022

 

30 Safar 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

SBY Yakin Generasi Indonesia Tangguh dan Berdaya Juang Tinggi

Rabu 17 Aug 2022 02:23 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Ratna Puspita

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto
Bangsa Indonesia tangguh, pantang menyerah, dan memiliki daya juang yang kuat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono meyakini generasi bangsa Indonesia akan terus memiliki ketangguhan dan daya juang yang tinggi. Sejak era kemerdekaan, kata dia, bangsa Indonesia merupakan bangsa yang tangguh, pantang menyerah, dan memiliki daya juang yang kuat.

 

Ia menceritakan dua pengalamannya saat memimpin bangsa Indonesia. Pertama, saat menghadapi bencana tsunami pada 2004 akhir, serta bencana gempa bumi Yogyakarta dan Padang. 

Baca Juga

Sebagai presiden, SBY mengatakan telah menjalankan kepemimpinan dan manajemen krisis untuk menangani berbagai bencana yang terjadi. "Saya mencatat kebersamaan dan kerja keras kita dulu sungguh luar biasa besarnya. Akhirnya alhamdulillah bencana bisa kita atasi dan semua daerah yang terkena bencana bisa kita bangun kembali," ujar SBY saat memberikan ucapan dalam peringatan HUT RI ke-77, Rabu (17/8/2022).

Pengalaman kedua, yakni saat Indonesia terdampak krisis ekonomi global pada 2008 dan 2009. Krisis yang terjadi, kata dia, meruntuhkan ekonomi di hampir semua negara.

"Lagi-lagi kita tidak panik, tidak kehilangan semangat dan kehilangan akal dan tidak menyalahkan keadaan," kata SBY.

Menurutnya, saat itu seluruh pemerintah baik pusat maupun daerah, para ahli ekonomi, pelaku bisnis, organisasi pekerja, hingga masyarakat luas bersatu dan bekerja bersama untuk menghadapi situasi yang terjadi. "Itulah kebersamaan kita, persatuan kita. Dan daya juang yang kita tunjukkan dulu. Ekonomi tumbuh rata-rata 6 persen setelah itu, dan kesulitan rakyat bisa kita kurangi secara signifikan," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile