Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

 

7 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Ridwan Kamil Pastikan Jabar Siap Hadapi Masa Depan Lewat Pendidikan Karakter

Rabu 17 Aug 2022 07:50 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Gita Amanda

 Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memastikan Jabar sudah siap mengantisipasi tantangan masa depan melalui pengembangan pendidikan karakter.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memastikan Jabar sudah siap mengantisipasi tantangan masa depan melalui pengembangan pendidikan karakter.

Foto: Edi Yusuf/Republika
Jabar Masagi merupakan pendidikan karakter yang berdasar pada pendidikan budi pekerti

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memastikan Jabar sudah siap mengantisipasi tantangan masa depan melalui pengembangan pendidikan karakter. Hal tersebut diungkapkan Ridwan Kamil menjelang Hari Jadi Jabar yang ke 77 Tahun.

 

Menurut Ridwan Kamil, sejumlah inovasi telah dilakukan sesuai dengan tantangan yang dihadapi. Termasuk, terkait korupsi dan radikalisme. Saat memiliki tantangan korupsi maka pihaknya mengedukasi melalui kurikulum antikorupsi di sejumlah sekolah. Bahkan, Jabar untuk mengedukasi bersinergi dengan Kejaksaan Tinggi.

Baca Juga

"Jadi insya Allah benteng-benteng tantangan masa depan terkait pendidikan karakter, Jabar sudah siap," ujar Ridwan Kamil yang akrab disap Emil, di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (17/8/2022).

Selain tantangan korupsi, kata Emil, pihaknya pun menginisiasi kurikulum antiradikalisme. Hal ini pula sebagai upaya memastikan generasi ke depan agar siap untuk menghadapi tantangan.

"Dengan kurikulum antiradikalisme, sifatnya kreatif dan tidak selalu berbentuk dalam kelas," katanya.

Emil mengatakan, deteksi radikalisme juga telah dilakukan melalu program Sekoper Cinta. Termasuk ketika hadir tantangan karakter, pihaknya menginisiasi program Jabar Masagi.

Jabar Masagi merupakan pendidikan karakter yang berdasar pada pendidikan budi pekerti yang berdampak pada kehidupan sosial serta mengandung keluhuran nilai-nilai kearifan lokal.

"Tinggal di lapangan kita praktekan kita edukasi oleh media juga agar negeri ini tidak ribut urusan dapurnya," katanya.

Menurutnya, ada yang lebih penting daripada ribut mengenai urusan dapur. Mengingat saat ini ada sejumlah disrupsi yang dihadapi, baik itu disrupsi digital, global warming dan pascapandemi Covid-19.

"Kita fokus membangun visi misi ke depan dengan guncangan pemanasan global, guncangan digital, guncangan ekonomi harus seperti apa," katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile