Monday, 11 Jumadil Awwal 1444 / 05 December 2022

Monday, 11 Jumadil Awwal 1444 / 05 December 2022

11 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

5 Kode Etik yang Wajib Dijalankan Seorang Akuntan Publik

Rabu 17 Aug 2022 09:16 WIB

Red: Gita Amanda

Etika profesi adalah topik penting yang tidak boleh diabaikan begitu saja oleh seorang akuntan publik.

Etika profesi adalah topik penting yang tidak boleh diabaikan begitu saja oleh seorang akuntan publik.

Foto: Universitas Bina Sarana Informatika
Akuntan publik adalah personel kunci yang bisa akses informasi keuangan perusahaan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Profesi akuntan publik merupakan seorang akuntan yang memberikan jasanya untuk melayani kebutuhan masyarakat, sebagaimana diatur dalam UU nomor 5 tahun 2011 tentang akuntan publik. Akuntan sendiri merupakan ahli akuntansi yang bertugas menyusun, membimbing, mengawasi, menginspeksi dan memperbaiki tata buku, serta administrasi perusahaan atau instansi pemerintah.

Sementara, etika profesi adalah topik penting yang tidak boleh diabaikan begitu saja oleh seorang akuntan publik. Bagaimanapun, seorang akuntan publik adalah personel kunci yang bisa mengakses seluruh informasi keuangan sebuah entitas atau organisasi bisnis.

Baca Juga

Tanpa adanya penerapan kode etik, dengan kekuasaan tersebut, ada potensi dan kemungkinan terjadinya penyalahgunaan informasi atau manipulasi angka, untuk meningkatkan persepsi perusahaan dan manajemen laba.

Pada umunya, etika profesi akuntan publik lebih mengacu pada prinsip-prinsip umum seperti kejujuran, integritas dan moral. Kode etik ini menjadi seperangkat aturan utama yang ditetapkan oleh badan pengatur akuntan publik bersertifikat.

Walaupun beberapa aturan yang ditetapkan oleh berbagai lembaga di seluruh dunia bersifat unik, namun hampir sebagian besarnya bersifat universal. Mari simak 5 kode etik yang harus dijalankan oleh seorang akuntan public, seperti dilansir dari berbagai sumber:

1. Integritas

Integritas merupakan elemen fundamental dari profesi akuntansi. Integritas mengharuskan seorang akuntan publik untuk bersikap jujur, terus terang, dan terbuka dengan informasi keuangan klien.

Seorang akuntan publik, harus bisa membatasi diri agar tidak menggunakan informasi rahasia tersebut demi keuntungan pribadi dengan menipu atau memanipulasinya secara sengaja. Namun, lebih jauh dari itu, integritas tidak hanya sekadar mengikuti aturan saja, tapi juga bertindak dengan cara yang konsisten berdasarkan landasan etika profesi yang berlaku.

2. Objektif

Bersikap objektif berarti membuat laporan keuangan berdasarkan bukti yang akurat sesuai dengan penelitian dan fakta, bukannya hanya opini yang bersifat bias. Maksud di balik prinsip ini adalah untuk menghasilkan laporan keuangan yang lebih relevan, sehingga dapat diandalkan untuk mengevaluasi posisi keuangan dan arus kas sebuah bisnis.

Dalam memenuhi prinsip ini, kantor akuntan public, juga biasanya akan membatasi layanan yang diberikan oleh seorang akuntan publik karena hal tersebut dapat membahayakan objektivitas mereka.

3. Kompeten

Kompetensi biasanya didasarkan pada pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki oleh seorang akuntan publik. Seiring dengan perubahan teknologi, undang-undang, dan peraturan yang berlaku, seorang akuntan harus tetap up to date dan memiliki wawasan terkini mengenai praktik akuntansi terbaik.

Dengan demikian, mereka dapat selalu memastikan bahwa setiap klien menerima jasa profesional yang kompeten berdasarkan perkembangan terbaru.

4. Independen

Independensi merupakan salah satu nilai etika penting dalam profesi akuntansi, terutama bagi seorang auditor. Auditor yang independen tidak berafiliasi dengan klien yang mereka tangani, artinya mereka tidak memiliki kepentingan finansial dalam bisnis yang di audit.

Selain itu, mereka juga tidak terkait dengan pihak manapun yang mungkin berkepentingan atau dirugikan oleh hasil audit atau publikasinya. Dengan mengikuti prinsip independen, ini menjadikan seorang akuntan publik lebih memenuhi syarat untuk melakukan proses audit secara objektif dan penuh integritas.

5. Kerahasiaan

Seorang akuntan publik harus bisa menghormati kerahasiaan informasi keuangan yang dimiliki oleh klien mereka, sebagai bentuk dari sikap yang profesional. Mereka juga tidak boleh mengungkapkan informasi tersebut kepada pihak ketiga tanpa otoritas yang tepat, kecuali jika ada hak atau kewajiban hukum yang mengharuskannya.

Prinsip kerahasiaan ini membuat seorang akuntan publik lebih dapat diandalkan karena mampu menjaga informasi strategis yang penting, agar tidak jatuh ke tangan yang salah.

Ketua Program Studi (Prodi) Akuntansi Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) Syamsul Bahri, mengemukakan pendapatnya, terkait hal ini. Menurutnya, profesi ini dapat bekerja secara individual atau dengan perusahaan.

“Profesi akuntan publik akan menjadi bagian dari manajemen dalam melaksanakan fungsi penyedia informasi keuangan yang tersaji dalam laporan keuangan perusahaan,” katanya kepada media.

Ia menambahkan, bagi yang tertarik menjadi seorang akuntan publik, dapat melanjutkan perkuliahan di Prodi Akuntansi Universitas BSI. Kini penerimaan mahasiswa baru (PMB) gelombang 6 sudah dimulai sejak 4 Agustus hingga 1 September 2022 mendatang.

Sebagai informasi, calon mahasiswa yang hendak akan mendaftar di Universitas BSI, cukup melakukan pendaftaran dengan mengunduh aplikasi PMB-UBSI di playstore secara gratis atau melalui website https://bsi.pmbonline.id/.

Syamsul menegaskan, Prodi Akuntansi Universitas BSI terdapat di beberapa lokasi kampus, hal ini membuat calon mahasiswa bisa fleksibel memilih di tempat terdekat dari lingkungannya. Kampus tersebut antara lain Universitas BSI kampus Kramat 98, kampus Salemba 22, kampus Tangerang, kampus Ciputat, Margonda.

Selain itu, ada juga di Universitas BSI kampus Bekasi, kampus Cikarang, kampus Jatiwaringin, kampus Cengkareng, kampus BSD, kampus Kaliabang, kampus Dewi Sartika B, kampus Kalimalang, kampus Pemuda, kampus Cibitung, dan Universitas BSI kampus Slipi.

“Universitas BSI juga memberikan keringanan dalam pembayaran perkuliahannya dengan sistem cicilan, yang bekerja sama dengan aplikasi Danacita. Calon mahasiswa cukup membayar cicilan sebesar Rp 600 ribuan saja/bulannya,” tandasnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile