Tuesday, 8 Rabiul Awwal 1444 / 04 October 2022

Tuesday, 8 Rabiul Awwal 1444 / 04 October 2022

 

8 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Jokowi akan Umumkan Soal Kenaikan Harga Pertalite Pekan Depan

Jumat 19 Aug 2022 08:14 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Nidia Zuraya

Sejumlah kendaraan antre mengisi BBM jenis Pertalite dan Pertamax di salah satu SPBU (ilustrasi).

Sejumlah kendaraan antre mengisi BBM jenis Pertalite dan Pertamax di salah satu SPBU (ilustrasi).

Foto: ANTARA/Arif Firmansyah
Sampai saat ini subsidi dan kompensasi energi sudah mencapai Rp 502 triliun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wacana terkait jadi tidaknya kenaikan harga jual BBM jenis RON 90, atau Pertalite akan diumumkan oleh Presiden pada pekan depan. Signal kenaikan harga makin menguat dengan dalih APBN yang tak lagi mampu menopang subsidi.

 

Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa pekan depan Presiden akan mengumumkan terkait kebijakan Pertalite. "Minggu depan presiden yang akan umumkan tentang apa dan bagaimana kenaikan harga BBM," ujar Luhut, Jumat (19/8/2022).

Baca Juga

Luhut juga menjelaskan kenaikan harga minyak dunia dan konsumsi Pertalite yang kian meningkat membuat tekanan terhadap APBN. Ia mengatakan sampai saat ini subsidi dan kompensasi energi sudah mencapai Rp 502 triliun.

"Presiden sudah mengindikasikan kita tidak mungkin mempertahankan terus demikian karena BBM kita juga harganya termurah di kawasan dan itu beban buat APBN kita. Kita harus siap siap, karena beban subsidi sudah Rp 502 triliun," ujar Luhut.

Menteri ESDM Arifin Tasrif saat ditemui di Kementerian ESDM pun membenarkan bahwa volatilitas harga minyak dunia membuat pemerintah harus mengambil keputusan dalam harga jual BBM. Kata dia, pemerintah tetap waspada atas lonjakan harga minyak dunia pada kuartal empat ini mengingat demand minyak masih tinggi untuk listrik.

"Terutama di negara yang ada musim dinginnya, permintaannya pasti naik dan akan memengaruhi harga. Kita harus antisipasi ini," ujar Arifin, Jumat (19/8/2022).

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile