Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

 

29 Safar 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

15 Ribu Lahan Karet PTPN di Jabar akan Dikonversi ke Sawit

Jumat 19 Aug 2022 17:42 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Foto udara perkebunan sawit milik PTPN VIII di Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.  Sebanyak 15.000 lahan yang dikelola PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII dan ditanami karet di Jawa Barat akan dikonversi ke komoditas sawit. Konversi dilakukan untuk meningkatkan produktivitas pengelolaan tanaman dan akan dilakukan secara bertahap.

Foto udara perkebunan sawit milik PTPN VIII di Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Sebanyak 15.000 lahan yang dikelola PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII dan ditanami karet di Jawa Barat akan dikonversi ke komoditas sawit. Konversi dilakukan untuk meningkatkan produktivitas pengelolaan tanaman dan akan dilakukan secara bertahap.

Foto: Antara/Raisan Al Farisi
PTPN VIII menyebut konversi ke sawit karena harga karet yang terus menurun

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG- Sebanyak 15.000 lahan yang dikelola PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII dan ditanami karet di Jawa Barat akan dikonversi ke komoditas sawit. Konversi dilakukan untuk meningkatkan produktivitas pengelolaan tanaman dan akan dilakukan secara bertahap.

 

SEVP Operasional PTPN VIII Wispramono Budiman mengatakan kebijakan mengkonversi komoditi karet menjadi sawit akan dilakukan secara bertahap. Konversi dilakukan berdasarkan rekomendasi feasibility study dari PT Riset Perkebunan Nusantara.

"Tahap awal akan dilakukan konversi sebesar sekitar 5000 hektar karet ke sawit," ujarnya melalui keterangan resmi yang diterima, Jumat (19/8/2022).

Ia menyebut perubahan komoditi sudah direncanakan dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) PTPN VIII tahun 2021-2026. Selain itu faktor eksternal yang mempengaruhi perubahan komoditi dari karet ke sawit karena perkembangan harga jual karet yang menurun.

"Perkembangan harga jual yang terus menurun disertai dengan penurunan produksi karet alam di lapangan," ungkapnya. Selain itu faktor iklim basah sepanjang tahun menjadi salah satu penghambat pencapaian produksi. Tidak hanya itu, faktor tersebut mengakibatkan terjadi endemik hama penyakit tanaman.

Kabag kelapa sawit dan karet Budhi Herdiyana mengatakan strategi mengubah produksi karet ke sawit dilakukan untuk menjaga kondisi biaya operasional perusahaan. Ia mengatakan harga komoditi karet akan terus menurun jika tidak terdapat perbaikan secara menyeluruh.

"Perbaikan secara menyeluruh dalam pengelolaan operasional perusahaan dan harus didukung dengan regulasi yang menguntungkan untuk pengusaha karet tanah air," katanya. Dengan begitu kebutuhan karet untuk dalam negeri dan luar negeri dapat terpenuhi dengan harga yang wajar.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile