Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

 

7 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Pakar: BIAN Momentum Lengkapi Imunisasi Anak

Jumat 19 Aug 2022 14:25 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Petugas menyuntikkan vaksin campak kepada seorang anak saat imunisasi door to door dalam rangka Bulan Imunisasi Anak Nasional di Sukasari, Kota Tangerang, Banten, Sabtu (13/8/2022).

Petugas menyuntikkan vaksin campak kepada seorang anak saat imunisasi door to door dalam rangka Bulan Imunisasi Anak Nasional di Sukasari, Kota Tangerang, Banten, Sabtu (13/8/2022).

Foto: ANTARA/Fauzan
Selama pandemi, imunisasi anak banyak yang tidak lengkap.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pakar kesehatan anak Prof Soedjatmiko mengatakan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) 2022 merupakan momentum yang tepat untuk melengkapi imunisasi dasar pada anak yang tertinggal saat pandemi Covid-19. Ia mengingatkan bahwa imunisasi sangat penting untuk memberikan perlindungan atau proteksi pada anak.

 

Anggota Satgas Imunisasi Anak PP Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) itu mengatakan pada saat ini banyak penyakit berbahaya yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan pada bayi atau balita. Penyakit tersebut bisa dicegah dengan imunisasi.

Baca Juga

"Jika imunisasinya tidak lengkap maka berisiko sakit berat, cacat atau bahkan meninggal dunia," kata Prof Soedjatmiko ketika dihubungi Antara dari Jakarta, Jumat (19/8/2022).

Oleh karena itu, menurut Prof Soedjatmiko, agar imunisasi anak segera lengkap, orang tua bisa memanfaatkan momentum BIAN 2022. Di fasilitas kesehatan terdekat, orang tua bisa datang untuk mendapatkan imunisasi seperti campak rubella, polio, DPT-HB-Hib, dan PCV untuk anaknya.

Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) itu menyebut, imunisasi tersebut aman dan sudah dilakukan di banyak negara. Efek samping vaksinasi cenderung ringan.

"Setelah imunisasi kadang ada sedikit kemerahan, nyeri atau bengkak di bekas lokasi suntikan, itu adalah reaksi wajar dan akan hilang dalam beberapa hari," katanya.

Jika anak mengalami demam atau rewel, menurut Prof Soedjatmiko, bisa diberikan obat penurun panas atau penghilang nyeri. Namun, andaikan anak makin rewel, demam tinggi, atau keluhan lain segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat.

"Hanya saja ini sangat jarang terjadi," ujar Prof Soedjatmiko.

Sebelumnya, Juru Bicara Kemenkes Mohammad Syahril mengatakan pandemi Covid-19 yang mewabah di seluruh dunia termasuk Indonesia telah membuat cakupan imunisasi dasar pada anak bangsa sangat berkurang. Pembatasan kegiatan yang menyebabkan kerumunan selama pandemi telah menunda kinerja pemerintah mendistribusikan vaksin pada masyarakat.

sumber : Antara
Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile