Tuesday, 1 Rabiul Awwal 1444 / 27 September 2022

Tuesday, 1 Rabiul Awwal 1444 / 27 September 2022

 

1 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Kejakgung Terima Pelimpahan Berkas Perkara Tersangka Sambo Cs

Jumat 19 Aug 2022 15:06 WIB

Rep: Bambang Noroyono/ Red: Andi Nur Aminah

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejakgung, Ketut Sumedana.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejakgung, Ketut Sumedana.

Foto: Dok Kejakgung
Tim jaksa penuntut akan melakukan kajian selama 14 hari.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kejaksaan Agung (Kejakgung) menerima pelimpahan berkas perkara empat tersangka kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat (J). Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejakgung, Ketut Sumedana mengatakan, pelimpahan berkas perkara itu, dilakukan oleh tim penyidik Bareskrim Polri, kepada tim penuntutan di Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum), Jumat (19/8/2022).

 

“Pelimpahan berkas perkara atau tahap satu itu, dilakukan atas tersangka FS, tersangka REPL, tersangka RRW, dan tersangka KM,” ujar Ketut dalam siaran pers, Jumat (19/8/2022). Tersangka FS, mengacu pada nama Inspektur Jenderal (Irjen) Ferdy Sambo. Sedangkan tersangka REPL, adalah Bharada Richard Eliezer (RE), dan tersangka RRW adalah Bripka Ricky Rizal. Sedangkan tersangka KM, adalah Kuwat Maruf.

Baca Juga

Ketut mengatakan dari berkas perkara, keempat tersangka, disangkakan Pasal 340 KUH Pidana, subsider Pasal 338 KUH Pidana, juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana, dan Pasal 56 ke-1 KUH Pidana.

Ketut menjelaskan, selanjutnya, tim jaksa penuntut akan melakukan kajian selama 14 hari. “Kajian tersebut dilakukan untuk meneliti, apakah berkas perkara empat tersangka tersebut, sudah lengkap secara formil, maupun materil,” kata Ketut.

Dari hasil kajian tersebut, juga akan menentukan tahap dua kelanjutan kelengkapan berkas, sebelum penyusunan dakwaan, dan pelimpahan ke pengadilan. “Selama penelitian dan pengkajian berkas perkara tersebut, jaksa peneliti akan tetap berkordinasi dengan penyidik untuk mempercepat proses,” ujar Ketut.

Pekan lalu, (12/8), saat Kejakgung menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya  Penyidikan (SPDP), tim Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) menyiapkan 30 personel jaksa untuk mengikuti perkembangan penyidikan kasus pembunuhan Brigadir J tersebut. Kata Ketut, 30 jaksa tersebut, juga akan menjadi tim penuntutan saat kasus tersebut, masuk limpah ke persidangan. “Dalam perkara ini, Jampidum Fadhil Zumhana yang akan langsung menjadi pengendali penanganan perkara,” ujarnya.  

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile