Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

 

7 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Harga Komoditas Karet Terus Menurun

Jumat 19 Aug 2022 15:28 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Andi Nur Aminah

Perkebunan Karet (Ilustrasi)

Perkebunan Karet (Ilustrasi)

Foto: AGROBISNIS-ONLINE.BLOGSPOT.COM
Konversi dilakukan untuk meningkatkan produktivitas pengelolaan tanaman.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Sebanyak 15 ribu lahan yang dikelola PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII dan ditanami karet di Jawa Barat akan dikonversi ke komoditas sawit. Konversi dilakukan untuk meningkatkan produktivitas pengelolaan tanaman dan akan dilakukan secara bertahap.

 

SEVP Operasional PTPN VIII Wispramono Budiman mengatakan kebijakan mengkonversi komoditi karet menjadi sawit akan dilakukan secara bertahap. Konversi dilakukan berdasarkan rekomendasi feasibility study dari PT Riset Perkebunan Nusantara.

Baca Juga

"Tahap awal akan dilakukan konversi sebesar sekitar 5.000 hektar karet ke sawit," ujarnya melalui keterangan resmi yang diterima, Jumat (19/8/2022).

Ia menyebut perubahan komoditi sudahdirencanakan dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) PTPN VIII tahun 2021-2026. Selain itu faktor eksternal yang mempengaruhi perubahan komoditi dari karet ke sawit karena perkembangan harga jual karet yang menurun. "Perkembangan harga jual yang terus menurun disertai dengan penurunan produksi karet alam di lapangan," ungkapnya.

Selain itu faktor iklim basah sepanjang tahun menjadi salah satu penghambat pencapaian produksi. Tidak hanya itu, faktor tersebut mengakibatkan terjadi endemik hama penyakit tanaman.

Kabag kelapa sawit dan karet Budhi Herdiyana mengatakan strategi mengubah produksi karet ke sawit dilakukan untuk menjaga kondisi biaya operasional perusahaan. Ia mengatakan harga komoditi karet akan terus menurun jika tidak terdapat perbaikan secara menyeluruh.

"Perbaikan secara menyeluruh dalam pengelolaan operasional perusahaan dan harus didukung dengan regulasi yang menguntungkan untuk pengusaha karet tanah air," katanya. Dengan begitu kebutuhan karet untuk dalam negeri dan luar negeri dapat terpenuhi dengan harga yang wajar.

 

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile