Cacar Monyet Masuk RI, Warga Jatim Diminta Tenang

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Yusuf Assidiq

Cacar monyet atau monkeypox. Ilustrasi
Cacar monyet atau monkeypox. Ilustrasi | Foto: Pixabay

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Kementerian Kesehatan telah mengonfirmasi kasus pertama monkeypox atau cacar monyet di Indonesia yang ditemukan pada pasien laki-laki berusia 27 tahun, usai melakukan perjalanan ke Belanda, Swiss, Belgia, dan Prancis. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan, di Jatim belum ditemukan kasus cacar monyet.

Maka dari itu, ia mengimbau warga Jatim untuk tetap tenang dam selalu mematuhi protokol kesehatan. "Alhamdulillah di Jatim belum ada kasus yang teridentifikasi dan semoga virus tersebut tidak sampai ke sini. Tapi bukan berarti kita bisa menyepelekan. Saya mengimbau agar masyarakat tetap tenang sambil menjalankan protokol kesehatan," kata Khofifah di Surabaya, Senin (22/8).

Diterangkan, virus cacar monyet ditularkan melalui kontak erat manusia dengan manusia. Gejalanya antara lain adalah demam, sakit kepala, ruam pada kulit, nyeri otot, dan kelelahan. Khofifah mengingatkan, tingkat penularan cacar monyet lebih rendah dari Covid-19 dan gejalanya hampir sama dengan cacar air.

"Tetapi kita harus tetap siaga seperti saat kita menghadapi pandemi dulu," ujarnya. Khofifah pun mengingatkan agar masyarakat tidak takut memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika terdapat gejala yang mengindikasikan cacar monyet.

Cacar monyet tidak membutuhkan isolasi terpusat seperti saat pandemi Covid-19 menyerang. Akan tetapi karena penularannya melalui kontak erat dengan orang yang memiliki cacar monyet, sebaiknya tetap waspada dan menjaga jarak.

Terlebih, pasien yang terkena cacar monyet dapat sembuh dengan sendirinya dari gejala yang diderita pada minggu kedua atau keempat. Hanya saja, penanganan klinis harus tetap ditingkatkan untuk mempercepat proses pemulihan dan meminimalisir bekas luka.

"Sejauh ini, info dari Kemenkes bahwa pasien bisa sembuh sendiri kalau tidak ada infeksi tambahan atau komorbid berat. Jadi, selain melakukan protokol kesehatan, kita juga harus menjaga pola hidup sehat," katanya.

Khofifah juga mengingatkan masyarakat untuk terus mengedukasi diri sendiri dengan update informasi terbaru. Jangan sampai tidak tahu apa mengenai cacar monyet dan bagaimana cara mencegahnya. "Hindari juga berita hoax agar suasana kondusif tetap terjaga," ujar dia.

Terkait


Menkes Pastikan Cacar Monyet tak Seganas Covid-19

Virus Cacar Monyet Bisa Bertahan Lama di Permukaan Benda, Tapi ...

Khawatir Tertular Cacar Monyet? Ini Kata Dokter

Masyarakat Mulai Ajukan Nama Baru Cacar Monyet, Apa Saja?

Manusia Mulai Tularkan Cacar Monyet ke Hewan Peliharaan, Ini Rekomendasi CDC

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

[email protected]

Ikuti

× Image
Light Dark