Tuesday, 5 Jumadil Awwal 1444 / 29 November 2022

Tuesday, 5 Jumadil Awwal 1444 / 29 November 2022

5 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Kasus Brigadir J, Putri Candrawathi akan Diperiksa Pekan Ini

Rabu 24 Aug 2022 07:28 WIB

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Ratna Puspita

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (24/8/2022). Rapat tersebut membahas terkait kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J di rumah dinas mantan kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri Inspektur Jenderal Ferdy Sambo.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (24/8/2022). Rapat tersebut membahas terkait kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J di rumah dinas mantan kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri Inspektur Jenderal Ferdy Sambo.

Foto: Prayogi/Republika.
Peran Putri Candrawathi dalam kasus Brigadir J adalah membiarkan pembunuhan terjadi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi (PC), belum dapat menjalani pemeriksaan karena alasan sakit. Rencananya, pemeriksaan Putri Candrawathi atas kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (J) akan dilakukan pada pekan ini.

"Tersangka PC menyampaikan surat pernyataan sakit, sehingga belum  diperiksa sebagai tersangka. Rencananya, minggu ini akan dilakukan pemeriksaan," ujar Sigit dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR, Rabu (24/8/2022).

Baca Juga

Dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J, Tim Khusus Polri telah menetapkan lima orang sebagai tersangka, yakni Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E, Bripka Ricky Rizal atau RR, dan asisten rumah tangga Kuwat Ma'ruf.

Peran Putri dalam kasus Brigadir J adalah membiarkan pembunuhan tersebut terjadi. Adapun, penembakan dilakukan oleh Bharada Richard Eliezer (RE). "Disaksikan oleh Ricky dan Kuwat membantu pembunuhan," ujar Sigit.

Sigit mengatakan, motif Ferdy Sambo melakukan perbuatan tersebut karena merasa marah setelah mendengar laporan dari istrinya, Putri Candrawathi, terkait peristiwa yang terjadi di Magelang, Jawa Tengah. Sambo menganggap perbuatan Brigadir J mencederai harkat dan martabat keluarga.

"Untuk lebih jelasnya nanti diungkapkan di pengadilan," kata Sigit.

Kelima tersangka itu dijerat Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 juncto Pasal 56 KUHP. Pasal 340 mengatur pidana terkait pembunuhan berencana dengan ancaman pidana hukuman mati, pidana penjara seumur hidup, atau penjara 20 tahun.

Selain itu, terdapat enam perwira polisi yang diperiksa karena diduga menghalangi penyidikan kasus pembunuhan Brigadir J atau obstruction of justice. Dari enam nama tersebut salah satunya adalah Ferdy Sambo.

Sigit mengatakan, Polri sudah memeriksa sebanyak 97 personel terkait kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (J). Sebanyak 35 anggota di antaranya diduga melakukan pelanggaran kode etik.

"Dari 35 personel tersebut, 18 sudah ditempatkan di penempatan khusus. Sementara yang lain masih berproses pemeriksaannya," ujar Sigit. 

Proses pemeriksaan etik oleh Divisi Propam Polri masih terus berlangsung. Sigit berkomitmen untuk bisa menyelesaikan proses etik dalam 30 hari ke depan guna memberikan kepastian hukum terhadap terduga pelanggar. 

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile