Thursday, 14 Jumadil Awwal 1444 / 08 December 2022

Thursday, 14 Jumadil Awwal 1444 / 08 December 2022

14 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Dibanding KPK dan Polri, Kepercayaan Publik terhadap Kejaksaan Agung Meningkat

Kamis 25 Aug 2022 19:20 WIB

Rep: Mabruroh/ Red: Agus Yulianto

Burhanuddin Muhtadi.

Burhanuddin Muhtadi.

Foto: IST
Ini satu lompatan karena sebelumnya Kejaksaan Agung berada paling bawah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Eksekutif Indikator Indonesia Burhanudin Muhtadi mengatakan, kepercayaan masyarakat terhadap Kejaksaan Agung mengalami peningkatan, dibandingkan KPK dan Polri. Menurut hasil survei pada 11- 17 Agustus, terjadi peningkatan sebanyak 63,4 persen.

"Kejaksaan Agung sekarang menempati tingkat paling tinggi 10+53,4 persen, warga mengatakan kejaksaan agung sangat atau cukup dipercaya. Ini satu lompatan karena sebelumnya Kejaksaan Agung paling bawah," kata Burhanudin, Kamis (25/8).

Posisi kedua diisi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang bahkan sebelum UU revisi KPK, persepsi publik terhadap KPK itu paling positif, sekarang menurun. Posisi ketiga ditempati oleh kepolisian dengan tingkat kepercayaan publik sebanyak 54 persen. Padahal tahun sebelumnya, Kepolisian menempati posisi pertama dengan tingkat kepercayaan publik sebanyak 80 persen.

"Artinya trust publik itu tidak statis, selalu dinamis dipengaruhi oleh persepsi mereka atas kinerja dan isu yang terkait dengan masing-masing lembaga. Jadi opini public, trust public seperti kadang bertambah kadang berkurang tergantung kinerja lembaga," ujarnya.

Burhanudin memberikan, catatan tambahan terhadap hasil survei terhadap kepolisian. Bahwa jika survei dilakukan pada akhir Juli atau Awal Agustus mungkin saja hasilnya jauh lebih buruk lagi dibawah 54 persen.

Hasil survei yang ada saat ini, dilakukan setelah Timsus melakukan gebrakan, Irjen Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka, istri Sambo juga ditetapkan sebagai tersangka. Bahkan jika dilakukan survei lagi saat ini setelah dilakukan sidang etik mungkin saja kepercayaan publik bisa meningkat.

"Kami ingin memberikan keyakinan kepada polisi, tren ini turun tapi gebrakan belakangan seharusnya bisa meningkatkan trust publik terhadap kepolisian, dan betul sangat tergantung juga oleh seberapa serius pihak kepolisian dalam menyelesaikan kasus ini secara transparan," ungkapnya.

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile