Saturday, 2 Jumadil Awwal 1444 / 26 November 2022

Saturday, 2 Jumadil Awwal 1444 / 26 November 2022

2 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Jurnal di Amerika Serikat Ungkap Materi Genetik Cacar Monyet

Ahad 28 Aug 2022 01:09 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati / Red: Nashih Nashrullah

ilustrasi virus cacar monyet. Kasus positif cacar monyet telah terkonfirmasi di Indonesia

ilustrasi virus cacar monyet. Kasus positif cacar monyet telah terkonfirmasi di Indonesia

Foto: Pixabay
Kasus positif cacar monyet telah terkonfirmasi di Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Jurnal ilmiah Morbidity and Mortality Weekly Report 19 Agustus 2022 melaporkan hasil penelitian yang menunjukkan ditemukannya materi genetik cacar monyet. Ini terungkap di berbagai permukaan alat atau benda di rumah dua pasien cacar monyet di Utah, Amerika Serikat.  

Mantan Direktur Organisasi Kesehatan Dunia PBB (WHO) Asia Tenggara, Tjandra Yoga Aditama, mengungkap pasien ini mendapat cacar monyet sesudah kembali dari perjalanan keluar negeri dan diisolasi di rumahnya selama 20 hari. 

Baca Juga

Sesudah itu petugas kesehatan setempat dari “Utah Department of Health and Human Services (UDHHS)” datang kerumah itu untuk mengambil sampel dari 30 obyek di sembilan area rumah itu, termasuk pakaian, tempat duduk, selimut, pegangan pintu dan lain-lain.

"Dari 30 spesimen ini, 21 spesimen (70 persen) ternyata memberi hasil polymerase chain reaction (PCR) positif," ujarnya seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Ahad (28/8/2022).

Para peneliti kemudian melanjutkan penelitiannya dengan mencoba menumbuhkan virus dari PCR positf itu, tetapi memang ternyata tidak ada yang tumbuh di kultur di laboratorium. 

Terkait kasus pertama cacar monyet di Indonesia juga di isolasi mandiri di rumah dan sekarang sudah sekitar 10 hari isolasi sesudah kasusnya terkonfirmasi pada 19 Agustus 2022, dia merekomendasikan sebaiknya pada kasus satu orang ini juga dilakukan penelitian di rumahnya sesudah masa isolasi selesai, jadi ada waktu untuk persiapan sejak sekarang. 

Dia menambahkan, bentuk penelitian seperti ini bisa dilakukan di Jakarta. Jadi, baiknya memang harus dilakukan. 

"Jadi, kita bukan hanya punya data Indonesia, melainkan juga dapat dipublikasi di jurnal internasional untuk memperkaya khasanah ilmu pengetahuan global," katanya.

Menurutnya, ini agar dunia dan semua negara dapat mengendalikan cacar monyet dengan lebih baik. Indonesia memang harus terus menggalakkan riset kesehatan.  

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile