Friday, 15 Jumadil Awwal 1444 / 09 December 2022

Friday, 15 Jumadil Awwal 1444 / 09 December 2022

15 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Belgia Laporkan Kematian Pertama Cacar Monyet

Kamis 01 Sep 2022 20:55 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Friska Yolandha

ilustrasi virus cacar monyet

ilustrasi virus cacar monyet

Foto: Pixabay
Belgia menjadi negara ketiga di Eropa yang mencatat kematian akibat cacar monyet.

REPUBLIKA.CO.ID, BRUSSELS -- Belgia telah melaporkan kematian pertama akibat cacar monyet. Ia menjadi negara ketiga di Eropa yang mencatatkan korban meninggal akibat penyakit tersebut.

“Kematian pertama Belgia adalah pasien cacar monyet dengan kondisi medis yang mendasarinya,” kata lembaga kesehatan masyarakat, Sciensano, dalam laporannya, Kamis (1/9/2022). Hingga akhir Agustus, Belgia sudah mencatatkan 706 kasus cacar monyet. Sebanyak 32 di antaranya memerlukan rawat inap.

Baca Juga

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakin wabah cacar monyet di Eropa bisa dieradikasi. “Kami yakin, kita dapat menghilangkan penularan cacar monyet yang berkelanjutan dari manusia ke manusia di wilayah (Eropa). Untuk bergerak menuju eliminasi, kita perlu segera meningkatkan upaya kita,” kata Direktur Regional WHO untuk Eropa Hans Kluge, Selasa (30/8/2022).

Selama beberapa pekan terakhir, angka infeksi cacar monyet di sejumlah negara Eropa, seperti Prancis, Portugal, Jerman, Spanyol, dan Inggris mengalami penurunan. Menurut pejabat WHO untuk penanganan cacar monyet di Eropa, Catherine Smallwood, salah satu faktor signifikan yang kemungkinan menyebabkan perlambatan penularan adalah deteksi dini.

Dalam konteks ini, pasien atau terduga pasien yang mengalami gejala awal cacar monyet segera melakukan isolasi diri lebih cepat. “Kami memiliki beberapa bukti anekdot yang cukup bagus bahwa orang-orang, terutama pria yang berhubungan seks dengan pria yang berada dalam kelompok risiko tertentu, jauh lebih tahu tentang penyakit ini," ungkap Catherine.

WHO memang sempat menyampaikan bahwa sebagian besar kasus cacar monyet yang telah terkonfirmasi ditemukan pada pria homoseksual. Penelitian tengah dilakukan untuk mengungkap korelasi antara kedua hal tersebut.

Sejauh ini, terdapat lebih dari 47.600 kasus cacar monyet terkonfirmasi yang tersebar di 90 negara. WHO telah menetapkan penyakit tersebut sebagai darurat kesehatan global pada 23 Juli lalu. Tantangan penanganan wabah ini adalah masih terbatasnya pasokan vaksin.

Uni Eropa dan Amerika Serikat (AS) telah menyetujui penggunaan vaksin yang dikembangkan perusahaan bioteknologi asal Denmark, Bavarian Nordic. Namun karena masih terbatasnya kuantitas produksi, hal itu menghambat kampanye vaksinasi cacar monyet.

 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile