Friday, 8 Jumadil Awwal 1444 / 02 December 2022

Friday, 8 Jumadil Awwal 1444 / 02 December 2022

8 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Kota Bogor Dilanda Longsor, Tanah Amblas, dan Banjir Lintasan

Jumat 09 Sep 2022 06:15 WIB

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Andi Nur Aminah

Evakuasi material tanah longsor di Bogor (ilustrasi)

Evakuasi material tanah longsor di Bogor (ilustrasi)

Foto: ANTARA/Yulius Satria Wijaya
dampak dari kejadian ini membuat material tanah longsor ini menutupi sebagian aliran

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Kota Bogor dilanda tanah longsor di delapan titik se-Kota Bogor, Kamis (8/9/2022). Salah satu di antaranya terjadi longsor susulan yakni di Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor.

“Kejadian ini menyebabkan tanah longsor susulan dengan panjang 13 meter dan tinggi 12 meter berada di wilayah Kampung Kalibata RT 001/RW 003 Kelurahan Bantarjati,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Teofilo Patrocinio Freitas, Jumat (9/9/2022).

Baca Juga

Lebih lanjut, Theo menjelaskan, dampak dari kejadian ini membuat material tanah longsor ini menutupi sebagian aliran air kali Cibagolo sehingga aliran air tersumbat. Serta membuat talud sepanjang 17 meter dan tinggi satu meter jebol.

“Sehingga air meluap ke permukiman warga yang berada dibawah lokasi kejadian, berada di wilayah Kampung Bantarjati Kaum RT 005/RW 010 Kelurahan Bantarjati,” ujarnya.

Di samping itu, lanjut dia, tembok pembatas dengan panjang enam meter dan tinggi tiga meter jebol akibat luapan air dari atas aliran air kali Cibagolo. Sehingga aliran air mengalir ke aliran air anak kali Cibagolo.

Selain di Bantarjati, Theo menyebutkan, longsor juga terjadi di Kelurahan Cilendek Barat dan Gunung Batu, Kecamatan Bogor Barat. Kemudian di Kelurahan Baranangsiang dan Sukasari, Kecamatan Bogor Timur. Serta di Kelurahan Tegal Gundil, Cimahpar, dan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara.

Sedangkan, Theo mengatakan, tanah ambles terjadi di Kelurahan Cibadak, Kecamatan Tanah Sareal dan banjir lintasan teejadi di Kelurahan Ciparigi, Kecamatan Bogor Utara.

“Kejadian ini menyebabkan banjir lintasan setinggi 20 hingga 30 centimeter. Air banjir lintasan lalu memasuki lahan permukiman warga dan jalan setapak milik warga sekitar serta membuat tembok penahan tanah (TPT) jebol,” imbuhnya.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile