Wednesday, 13 Jumadil Awwal 1444 / 07 December 2022

Wednesday, 13 Jumadil Awwal 1444 / 07 December 2022

13 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Prancis luncurkan penyelidikan kekerasan polisi terhadap migran

Sabtu 10 Sep 2022 18:05 WIB

Red: Esthi Maharani

Jaksa Penuntut Umum Prancis meluncurkan penyelidikan atas kasus kekerasan polisi terhadap dua pengungsi di Calais

Jaksa Penuntut Umum Prancis meluncurkan penyelidikan atas kasus kekerasan polisi terhadap dua pengungsi di Calais

Dua pengungsi Eritrea dipukuli oleh petugas polisi di Calais pada bulan Agustus - Anadolu Agency

REPUBLIKA.CO.ID., PARIS -- Jaksa Penuntut Umum Prancis meluncurkan penyelidikan atas kasus kekerasan polisi terhadap dua pengungsi di Calais menyusul pengaduan oleh organisasi hak asasi manusia, lapor media lokal pada Kamis (8/9/2022).

Kantor kejaksaan Boulogne-sur-Mer telah membuka penyelidikan atas "kemungkinan kekerasan yang dilakukan oleh orang-orang yang memegang otoritas publik" di Calais pada Agustus, setelah LSM Pengamat Hak Asasi Manusia (HRO) melaporkan insiden tersebut.

"Kami telah mengirim surat kepada jaksa untuk menemukan dan menghukum para pelaku," kata seorang aktivis HRO di Twitter.

Inspektorat Jenderal Polisi Nasional Lille telah ditugaskan untuk menyelidiki kekerasan terhadap dua pengungsi oleh petugas polisi dari pasukan CRS (compagnies republikaines de securite).

Menurut HRO, pada malam 22-23 Agustus, sekelompok migran Eritrea memasuki tempat parkir sebuah stasiun layanan di Calais dengan harapan menyelinap dengan truk ke Inggris.

Semua kecuali dua migran berusia 18 tahun segera pergi setelah melihat kendaraan milik CRS di tempat parkir.

Sesuai kesaksian mereka yang dikumpulkan oleh HRO, sekitar 7 polisi CRS membawa mereka ke jalan tanpa kamera CCTV, "menendang wajah mereka di tanah.

Polisi meninggalkan mereka sambil tertawa, membiarkan dua orang yang terluka di tanah. Laporan medis dari korban menunjukkan patah tulang dan pendarahan pada batang hidung, palpasi jantung, nyeri dada, dan nyeri skrotum.

 

sumber : https://www.aa.com.tr/id/dunia/prancis-luncurkan-penyelidikan-kekerasan-polisi-terhadap-migran/2680953
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile