Thursday, 14 Jumadil Awwal 1444 / 08 December 2022

Thursday, 14 Jumadil Awwal 1444 / 08 December 2022

14 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Ini Tiga Permintaan Nelayan di Hadapan Ridwan Kamil

Kamis 15 Sep 2022 17:05 WIB

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Agus Yulianto

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kiri) memasangkan topi kepada seorang anak saat bakti sosial di Kampung nelayan Karangsong, Indramayu, Jawa Barat, Kamis (15/9/2022). Polda Jabar bersama Pemprov Jawa Barat memberikan paket bantuan sembako kepada 2.000 nelayan di wilayah pesisir Pantura yang terdampak kenaikan harga BBM subsidi.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kiri) memasangkan topi kepada seorang anak saat bakti sosial di Kampung nelayan Karangsong, Indramayu, Jawa Barat, Kamis (15/9/2022). Polda Jabar bersama Pemprov Jawa Barat memberikan paket bantuan sembako kepada 2.000 nelayan di wilayah pesisir Pantura yang terdampak kenaikan harga BBM subsidi.

Foto: ANTARA/Dedhez Anggara
Kenaikan harga BBM tidak diimbangi dengan kenaikan harga jual ikan.

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) membuat para nelayan di Kabupaten Indramayu menjadi terdampak. Pasalnya, kenaikan harga BBM tidak diimbangi dengan kenaikan harga jual ikan.

Hal itu disampaikan Ketua Koperasi Perikanan Laut (KPL) Mina Sumitra Desa Karangsong, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Darto. Dia pun menyampaikan sejumlah permintaan dari nelayan kepada pemerintah.

"Dengan adanya kenaikan harga BBM, secara otomatis membuat kami sulit mendapatkan hasil ikan maksimal karena tidak dibarengi dengan harga ikan yang naik," ujar Darto, dalam kegiatan Bakti Sosial Gubernur dan Kapolda Jabar Pada Masyarakat Pesisir dan Nelayan, di Desa Karangsong, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Kamis (15/9/2022).

Untuk itu, lanjut Darto, nelayan berharap agar pemerintah pusat maupun daerah, bisa memberikan BBM industri khusus nelayan dengan harga Rp 11 ribu per liter. Selain itu, juga memberikan tambahan kuota BBM bersubsidi untuk kapal nelayan dibawah 30 GT.

Baca juga : Indef Sebut Presidensi G20 Indonesia Bisa Tekan Dampak Kenaikan Harga BBM

Tak hanya soal BBM, Darto juga berharap agar pemerintah dapat membantu menangulangi pendangkalan alur muara sungai, khususnya di TPI Karangsong. Saat ini, kondisi breakwater sudah rusak parah sehingga membuat pendangkalan muara juga menjadi parah.

Selama ini, pengelolaan alur sungai dikelola secara swadaya dengan cara patungan antarpemilik kapal. "Kami juga berharap agar pemerintah membuat kolam labuh untuk bersandar kapal nelayan setelah bongkar ikan di TPI. Selama ini banyak kapal terparkir di alur muara sungai sehingga rawan gesekan antarnelayan," ujar Darto.

Menanggapi permintaan nelayan, Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, menyatakan, akan segera mencari solusinya. "Ingin nambahi cold storage, (yang ada) baru 300 ton, mintanya 1.000 ton. Tanah ada, nanti uangnya kita cari," ucap gubernur yang akrab disapa Emil itu.

Untuk mengatasi masalah pendangkalan, Emil pun menghibahkan ekscavator guna pengerukan alur muara sungai di Desa Karangsong. Dia pun meminta agar KPL Mina Sumitra yang mengelolanya.

"Nanti Pak Darto (Ketua KPL Mina Sumitra) atur sendiri, urunan sama pemilik kapal," tutur Emil.

Emil pun menyadari, nelayan sangat terdampak kenaikan harga BBM. Pasalnya, BBM sangat dibutuhkan untuk melaut.

Untuk itu, Emil menyatakan, telah menyiapkan anggaran bantuan langsung tunai guna membantu nelayan yang terdampak kenaikan harga BBM. Setiap daerah pun diminta untuk segera menyetorkan data nelayan yang berhak menerima bantuan tersebut.

"Saya sudah sisihkan anggaran, keluarga nelayan-nelayan akan kita kasih bantuan langsung uang tunai dari Pak Gubernur," ujar Emil.

Emil menyatakan, besarnya anggaran yang telah disiapkan untuk membantu para nelayan itu mencapai Rp 27 miliar. Para nelayan nantinya akan menerima bantuan tersebut selama empat bulan, sejak September hingga Desember 2022 mendatang.

"Minta cepet-cepetan datanya, untuk nelayan Indramayu, Subang, Cirebon. Jangan dilama-lama, uangnya sudah ada," tukas Emil. 

Emil berharap, bantuan langsung uang tunai itu nantinya bisa membantu mengurangi beban keluarga nelayan. Apalagi, nelayan merupakan kelompok masyarakat yang sangat terdampak kenaikan harga BBM. 

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile