Saturday, 2 Jumadil Awwal 1444 / 26 November 2022

Saturday, 2 Jumadil Awwal 1444 / 26 November 2022

2 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

BNI Gandeng BKPM Dorong UMKM Miliki NIB

Rabu 21 Sep 2022 05:21 WIB

Red: Nidia Zuraya

Direktur Institutional Banking BNI Sis Apik Wijayanto dalam paparan sosialisasi NIB pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Selasa (20/9/2022). BNI bersinergi dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengadakan sosialisasi dan bimbingan melalui webinar dalam upaya mempercepat pendaftaran izin berusaha.

Direktur Institutional Banking BNI Sis Apik Wijayanto dalam paparan sosialisasi NIB pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Selasa (20/9/2022). BNI bersinergi dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengadakan sosialisasi dan bimbingan melalui webinar dalam upaya mempercepat pendaftaran izin berusaha.

Foto: BNI
NIB menjadi basis bagi pelaku UMKM untuk bergabung dalam ekosistem BUMN.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) bersinergi dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengadakan sosialisasi dan bimbingan melalui webinar untuk mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB).

Direktur Institutional Banking BNI Sis Apik Wijayanto menjelaskan NIB adalah persyaratan awal bagi pelaku usaha untuk mendapatkan surat-surat penting lainnya seperti Tanda Daftar Perusahaan (TDP), tanda Angka Pengenal Impor (API), dan bahkan akses kepabeanan bagi pelaku usaha akan ekspor-impor.

"Dengan lebih banyak pelaku UMKM yang ber-NIB, kami berharap usaha mikro dapat lebih cepat naik kelas karena legalitas itu kini menjadi dasar untuk pengajuan kredit usaha ke perbankan," katanya dalam keterangan resmi, di Jakarta, Rabu (21/9/2022).

Sis Apik melanjutkan NIB juga menjadi basis bagi pelaku UMKM untuk bergabung dalam ekosistem BUMN ataupun perusahaan swasta yang lebih besar sehingga pelaku usaha mikro juga bisa terintegrasi dengan program-program pemberdayaan hingga Kredit Usaha Rakyat (KUR). 

"Usaha mikro ini susah naik kelas karena tidak ada perizinan, tidak ada legalitas, sehingga mereka sulit mencari pinjaman dari lembaga keuangan, sulit masuk dalam ekosistem BUMN atau swasta yang lebih besar. Saya minta pada seluruh Hi-Movers yang berhubungan dengan pelaku usaha tolong disiapkan di seluruh Indonesia minimal 50 persen agar sudah memiliki NIB," paparnya.

Lebih lanjut ia menuturkan perseroan memilik program BNI Xpora untuk mendukung UMKM berupa peningkatan kapasitas dan kualitas produksi, edukasi penyusunan laporan keuangan, serta dukungan akses pemasaran produk ke luar negeri melalui business matchmaking dengan buyer di pasar global.Selain ituBNI Xpora juga didukung dengan fitur-fitur digital untuk mempermudah UMKM dalam memanfaatkan layanan terintegrasi BNI.

"Kami akan terus mendorong UMKM binaandapat memanfaatkan pasar global melalui pemanfaatan jaringan kantor cabang BNI di dalam dan luar negeri. Dengan begitu, UMKM diharapkan mampu menjadi penyangga pertumbuhan ekonomi nasional bangsa," ucapnya.

Deputi Bidang Pelayanan Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPMAchmad Idrus menyampaikan penghargaannya pada BNI karena turut menginisiasi kegiatan webinar dan sosialisasi pemberian penerbitan NIB kepada pelaku usaha.

"Institusi perbankan adalah variabel penting atau salah satu stakeholder dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Saya mengucapkan terima kasih pada BNI dan diharapkan bisa terus berpartisipasi sebagai salah satu stakeholder pertumbuhan ekonomi," papar Idrus.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile