Saturday, 2 Jumadil Awwal 1444 / 26 November 2022

Saturday, 2 Jumadil Awwal 1444 / 26 November 2022

2 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Dewan Kolonel Vs Dewan Kopral, Siapa yang akan Jadi Pemenang?

Rabu 21 Sep 2022 11:58 WIB

Red: Andri Saubani

Ketua DPR Puan Maharani (kedua kanan) bersama Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (kanan) melepas rombongan jalan santai di Kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Ahad (21/8/2022). Elite PDIP belakangan membentuk Dewan Kolonel yang bertugas mempromosikan Puan sebagai capres 2024. (ilustrasi)

Ketua DPR Puan Maharani (kedua kanan) bersama Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (kanan) melepas rombongan jalan santai di Kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Ahad (21/8/2022). Elite PDIP belakangan membentuk Dewan Kolonel yang bertugas mempromosikan Puan sebagai capres 2024. (ilustrasi)

Foto: ANTARA/Galih Pradipta
Dewan Kolonel diyakini sebagai isyarat ke publik bahwa PDIP serius mengusung Puan.

REPUBLIKA.CO.ID, ole Haura Hafizhah, Nawir Arsyad Akbar

Pembentukan Dewan Kolonel oleh beberapa elite PDI Perjuangan (PDIP) tersebut bertugas untuk mempromosikan Puan Maharani sebagai calon presiden (capres) sempat menjadi topik trending di Twitter pada hari ini. Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga menilai, pembentukan Dewan Kolonel semakin menegaskan PDIP akan mengusung Puan Maharani sebagai capres pada Pilpres 2024.

Baca Juga

"Sebab, Dewan Kolonel itu terdiri dari para elite PDIP yang ada di Fraksi PDIP DPR RI. Terbentuknya Dewan Kolonel ini dengan sendirinya diketahui dan direstui Bambang Pacul yang juga sebagai Ketua Bappilu DPP PDIP," katanya saat dihubungi Republika pada Rabu (21/9/2022).

Jamiluddin melanjutkan, jika Bambang Pacul merestui, tentu hal itu atas restu Puan Maharani. Ketua DPR RI pun kiranya sulit memberikan restu terhadap Dewan Kolonel kalau tidak ada lampu hijau dari Ketua Umum PDIP yang adalah ibunda Puan, Megawati Soekarnoputri.

"Jadi, Johan Budi yang belum lama menjadi kader PDIP dan menjadi junior di Fraksi PDIP, tentu kecil kemungkinan berani mengusulkan Dewan Kolonel kalau belum ada lampu hijau dari petinggi PDIP. Apalagi di PDIP, hirarki stuktural dan senioritas sangat menentukan dalam menyampaikan hal-hal yang strategis," kata dia.

Sehingga, kata Jamiluddin, terbentuknya Dewan Kolonel memang sengaja dibentuk untuk memenangkan Puan pada Pilpres 2024. Pembentukan itu menjadi sinyal kuat kalau PDIP nantinya akan mengusung Puan sebagai capres.

Sinyal itu kiranya yang membuat relawan Ganjar Pranowo cepat merespons kehadiran Dewan Kolonel. Relawan Ganjar pun menegaskan akan membentuk Dewan Kopral.

"Reaktifnya relawan Ganjar itu mengindikasikan kepanikan. Mereka tampaknya semakin pesimis Ganjar akan diusung PDIP," kata dia.

Menurut Jamiluddin, jika nantinya Dewan Kolonel dan Dewan Kopral nantinya bertarung, tentu suara PDIP akan terpecah. Hal itu tentunya tidak akan menguntungkan baik kepada Puan maupun Ganjar bila keduanya maju dari perahu yang berbeda.

"Pertarungan dua dewan itu tentu menarik untuk diikuti. Apakah Dewan Kopral dapat mengungguli Dewan Kolonel? biarlah waktu yang menjawabnya," kata dia.

Sebelumnya diketahui, Anggota DPR Fraksi PDIP Johan Budi menegaskan, Dewan Kolonel yang merupakan barisan pendukung Ketua DPR Puan Maharani untuk capres 2024 tidak takut kalah bersaing dengan barisan pendukung Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

"Bukan, bukan takut kalah. Soal kalah atau menang itu belakangan," kata Johan Budi di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (20/9/2022).

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile