Sunday, 10 Jumadil Awwal 1444 / 04 December 2022

Sunday, 10 Jumadil Awwal 1444 / 04 December 2022

10 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Khosta-2: Virus Baru Mirip SARS-CoV-2 Ditemukan pada Kelelawar Tapal Kuda di Rusia

Jumat 23 Sep 2022 06:07 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Reiny Dwinanda

Ilustrasi virus corona. Sarbecovirus yang masih satu keluarga dengan virus corona, selama ini tidak mengkhawatirkan. Namun, salah satu virus sarbecovirus, Khosta-2, punya kemampuan menginfeksi manusia.

Ilustrasi virus corona. Sarbecovirus yang masih satu keluarga dengan virus corona, selama ini tidak mengkhawatirkan. Namun, salah satu virus sarbecovirus, Khosta-2, punya kemampuan menginfeksi manusia.

Foto: Pixabay
Khosta-2 tampak dapat menginfeksi manusia, resisten terhadap vaksin Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebuah virus baru yang mirip dengan virus penyebab Covid-19 (SARS-CoV-2) telah ditemukan pada kelelawar tapal kuda yang hidup di Rusia. Hal ini menimbulkan kekhawatiran virus bernama Khosta-2 itu dapat menginfeksi manusia.

Para ilmuwan di Amerika Serikat telah memperingatkan bahwa Khosta-2 yang berasal dari kelompok sabercovirus itu dapat menginfeksi manusia dan mungkin kebal terhadap vaksin yang ada saat ini. Sarbecovirus, yang masih anggota keluarga virus corona, tersebar luas di Asia dan Eropa timur.

Baca Juga

Penulis utama studi, Dr Michael Letko, dari Washington State University di AS, mengatakan penelitian lebih lanjut menunjukkan sarbecovirus beredar di satwa liar di luar Asia, bahkan di tempat-tempat seperti Rusia barat di mana virus Khosta-2 ditemukan. Menurut Dr Letko, sarbecovirus juga menimbulkan ancaman terhadap kesehatan global dan kampanye vaksin yang sedang berlangsung terhadap SARS-CoV-2.

Asal usul pasti dari sarbecovirus tidak jelas dan saat ini sedang diselidiki oleh tim di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Khosta-2 pertama kali ditemukan pada kelelawar tapal kuda (horseshoe bat) dua tahun lalu dan petugas medis menemukan bahwa virus ini, seperti SARS-CoV-2, dapat menginfeksi sel manusia jika ditularkan dari hewan ke manusia.

Para peneliti mengatakan temuan mereka menyoroti pentingnya mengembangkan vaksin yang mencakup spektrum virus yang luas, bukan hanya satu garis keturunan, seperti Covid-19. Dr Letko mengatakan, saat ini masih ada kelompok yang mencoba merancang vaksin yang akan melindungi manusia dari varian SARS-CoV-2 berikutnya.

"Sayangnya, banyak dari vaksin kita saat ini dirancang untuk virus tertentu yang kita tahu menginfeksi sel manusia atau yang tampaknya menimbulkan risiko terbesar untuk menginfeksi kita," ujar Dr Letko, seperti dilansir dari laman The Sun, Jumat (23/9/2022).

Meski begitu, menurut Dr Letko, itu adalah daftar yang selalu berubah. Dr Letko yang merupakan ahli virologi menyebut, peneliti perlu memperluas desain vaksin ini untuk melindungi dari semua sarbecovirus.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile