Friday, 15 Jumadil Awwal 1444 / 09 December 2022

Friday, 15 Jumadil Awwal 1444 / 09 December 2022

15 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Banjir Bandang di Pameungpeuk Garut, Ribuan Warga Terdampak

Jumat 23 Sep 2022 08:40 WIB

Rep: Bayu Adji P/ Red: Andi Nur Aminah

Kondisi rumah warga yang terdampak banjir bandang di Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Jumat (23/9/2022).

Kondisi rumah warga yang terdampak banjir bandang di Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Jumat (23/9/2022).

Foto: Dok. Kecamatan Pameungpeuk
Terdapat ribuan jiwa warga yang terdampak akibat banjir tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Banjir bandang akibat luapan Sungai Cipalebuh dan Sungai Cikaso terjadi di Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Kamis (22/9/2022) malam. Akibatnya, terdapat ribuan jiwa warga yang terdampak akibat banjir tersebut.

Camat Pameungpeuk, Tatang Suryana, mengatakan, banjir bandang itu terjadi pada Kamis sejak sekitar pukul 19.30 WIB. Intensitas hujan yang tinggi membuat air di Sungai Cipalebuh dan Sungai Cikaso meluap dan merendam rumah warga. "Tidak ada korban jiwa, tapi ada rumah hanyut di Desa Mandalakasih," kata dia saat dikonfirmasi Republika.co.id, Jumat (23/9/2022).

Baca Juga

Tatang menjelaskan, dari laporan sementara, terdapat enam desa di Kecamatan Pameungpeuk yang terdampak banjir bandang itu. Wilayah desa yang terdampak adalah Desa Pameungpeuk, Paas, Mandalakasih, Sirnabakti, Bojong Kaler, dan Bojong Kidul. Diperkirakan, total warga yang terdampak mencapai 2.175 kepala keluarga (KK) atau 6.783 jiwa.

Selain itu, banjir bandang juga menyebabkan kerusakan rumah dan fasilitas umum di tiga wilayah desa. Wilayah desa yang terdampak kerusakan akibat banjir bandang yaitu Desa Bojong Kaler, Mandalakasih, dan Pameungpeuk.

Berdasarkan laporan sementara yang diterima, kerusakan yang terjadi di Desa Bojong Kaler antara lain robohnya tembok das sekitar lima meter, tembok penahan tanah sepanjang 10 meter roboh, jembatan rawayan dalam kondisi rusak atau miring dan kabel, jalur PLN terputus, serta sawah milik warga seluas meter persegi terendam banjir.

Sementara di Desa Mandalakasih terdapat tiga unit rumah warga yang rusak berat atau hanyut. Sedangkan di Desa Pameungpeuk, terjadi kerusakan pada bangunan intek PDAM Pameungpeuk, jembatan gantung besi Cikopo hanyut terbawa banjir, serta sarana ibadah dan pendidikan terendam.

Tatang mengatakan, saat ini kondisi air di lapangan sudah kembali surut. Namun, petugas masih melakukan pembersihan material sisa banjir bandang di lapangan. Pihaknya juga terus melakukan pendataan terkait dampak bencana tersebut. "Kami sekarang sedang rapat teknis bersama Sekda," kata dia.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile