Thursday, 7 Jumadil Awwal 1444 / 01 December 2022

Thursday, 7 Jumadil Awwal 1444 / 01 December 2022

7 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Kasus Kematian Akibat DBD di Tasikmalaya Terus Bertambah

Ahad 25 Sep 2022 11:55 WIB

Rep: Bayu Adji P/ Red: Esthi Maharani

Petugas melakukan fogging atau pengasapan di Tasikmalaya, Jawa Barat. Kasus demam berdarah dengue (DBD) masih terus mengalami penambahan hingga September 2022.

Petugas melakukan fogging atau pengasapan di Tasikmalaya, Jawa Barat. Kasus demam berdarah dengue (DBD) masih terus mengalami penambahan hingga September 2022.

Foto: ANTARA/Adeng Bustomi
Penambahan kasus DBD di Tasikmalaya disertai penambahan kasus kematian

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Kasus demam berdarah dengue (DBD) masih terus mengalami penambahan hingga September 2022. Penambahan kasus DBD di daerah itu juga disertai penambahan kasus kematian akibat DBD.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Uus Supangat, mengatakan, berdasarkan data sejak 1 Januari hingga 23 September 2022, total kasus DBD di Kota Tasikmalaya mencapai 1.625 kasus. Dari total kasus itu, sebanyak 25 orang dilaporkan meninggal dunia.

"Memang kasusnya terus bertambah, tapi untuk kasus kematiannya tidak seperti dua bulan lalu," kata dia saat dikonfirmasi Republika, Ahad (25/9/2022).

Data Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya menunjukan, kasus kematian akibat DBD di daerah itu paling banyak terjadi pada Maret dan Juli 2022, yaitu enam kasus dan lima kasus kematian. Sementara pada September 2022, hanya terdapat dua kasus kematian akibat DBD.

Kendati demikian, Uus mengingatkan warga untuk tetap waspada. Apalagi, saat ini masih sering terjadi hujan di Kota Tasikmalaya.

"Tetap harus waspada karena masih sering turun hujan," ujar dia.

Menurut dia, Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya juga terus melakukan deteksi dini DBD. Salah satunya adalah dengan melakukan tes cepat NS1 di setiap puskesmas kepada pasien yang memiliki gejala DBD.

"Itu untuk menghindari keterlambatan rujukan dan sebagainya," kata Uus.

Ia menambahkan, pihaknya juga telah mendistribusikan abate ke setiap puskesmas untuk diberikan kepada warga. Warga yang belum mendapatkan abate diminta mengambilnua di puskesmas. Ia memastikan abate itu dapat diperoleh secara gratis untuk warga.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile