Thursday, 14 Jumadil Awwal 1444 / 08 December 2022

Thursday, 14 Jumadil Awwal 1444 / 08 December 2022

14 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Pengamat: Cak Imin Kembali Melakukan Politik Zig Zag

Ahad 25 Sep 2022 13:38 WIB

Rep: Haura Hafizhah/ Red: Ilham Tirta

Ketua DPP PDIP Puan Maharani dan Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar melakukan ziarah bersama ke makam Taufiq Kiemas di Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta, Ahad (25/9).

Ketua DPP PDIP Puan Maharani dan Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar melakukan ziarah bersama ke makam Taufiq Kiemas di Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta, Ahad (25/9).

Foto: Istimewa
Cak Imin dinilai ingin mendapat publisitas gratis yang positif.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga mengatakan, Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) kembali melakukan politik zig zag. Hal itu terkait pertemuan Cak Imin dan Ketua DPP PDIP Puan Maharani di makam Taufik Kiemas, TMP Kalibata.

Setidaknya, ada tiga makna yang ingin disampaikan cak Imin dari pertemuan tersebut.

Baca Juga

"Pertama, cak Imin ingin mengatakan PKB terbuka berkoalisi dengan PDIP, khususnya memperkuat koalisi yang sudah dibangunnya bersama Partai Gerindra. Di sini cak Imin mengajak Puan bersama dirinya dan Prabowo untuk bersama dalam Pilpres 2024," katanya pada Ahad (25/9/2022).

Kemudian, kalau Puan mau berkoalisi dengannya dan Prabowo, maka kebersamaan mereka selama ini dapat dipertahankan. Koalisi yang mereka bangun akan sangat kuat karena mewakili nasionalis dan religius. Karena itu, peluang menang akan sangat besar.

Kalau itu keinginan cak Imin, berarti ia mau mengalah melepas Cawapres. Ia bisa saja menyerahkan posisi itu pada Puan untuk berpasangan dengan Prabowo pada Pilpres 2024.

Kedua, cak Imin tampaknya ingin meningkatkan daya tawar dirinya dan partainya kepada Prabowo. Dengan politik zig zag, cak Imin ingin memberi sinyal kepada Prabowo bahwa dirinya bisa saja menyeberang ke PDIP bila cawapres tidak diberikan kepadanya.

"Peluang itu sangat besar bila posisi cawapres tak kunjung ada kesepakatan dengan Prabowo. Cak Imin yang kerap melakukan manuver zig zag tak akan sungkan melakukan hal itu bila ambisinya tidak terakomodir di Gerindra," kata dia.

Ketiga, sebatas untuk meningkatkan popularitas dan elektabilitasnya. Melalui pertemuan petinggi partai politik lain, cak Imin berharap mendapat publisitas gratis yang positif.

"Dari sini ia berharap dapat menutupi pemberitaan negatif yang kerap menerpanya sehingga dapat mengerek popularitas dan elektabilitasnya," kata dia.

Kalau popularitas dan elektabilitas meningkat signifikan, ia berharap posisi cawapres bersama Prabowo akan semakin mulus diperolehnya. "Sebab, salah satu kelemahan cak Imin selama ini untuk menjadi cawapres adalah elektabilitasnya yang sangat rendah. Hal itu tentu membuatnya sangat tidak layak menjadi cawapres," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile