Saturday, 16 Jumadil Awwal 1444 / 10 December 2022

Saturday, 16 Jumadil Awwal 1444 / 10 December 2022

16 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Sekum Gereja Kingmi Papua Minta Lukas Enembe Ikuti Proses Hukum di KPK

Ahad 25 Sep 2022 23:38 WIB

Red: Agus raharjo

Gubernur Papua Lukas Enembe memberikan keterangan kepada media di Bandara Sentani, Jayapura, Papua, Rabu (15/11).

Gubernur Papua Lukas Enembe memberikan keterangan kepada media di Bandara Sentani, Jayapura, Papua, Rabu (15/11).

Foto: Republika/Mahmud Muhyidin
Aksi demonstrasi membela Lukas Enembe dinilai tak pantas dipertontonkan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA--Sekretaris Umum Gereja Kingmi Papua,Pendeta Yonas Wenda, meminta Gubernur Papua, Lukas Enembe, agar mengikuti proses hukum yang saat ini ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lukas Enembe sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

"Gubernur (Papua) Lukas Enembe disarankan mengikuti proses hukum di KPK setelah sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka," kata dia, di Jayapura, Papua, Ahad (25/9/2022).

Baca Juga

Terkait demonstrasi membela Enembe yang dilaksanakan pada 20 September lalu, dia menyatakan aksi itu merupakan kegiatan yang tidak pantas dipertontonkan. Menurutnya, hal itu memperlihatkan ketidakpahaman akan proses hukum serta provokasi untuk kepentingan sepihak.

"Sebagai tokoh agama mengharapkan Gubernur (Papua) Lukas Enembe mengikuti proses hukum," kata dia.

Sebelumnya, juru bicara KPK, Ali Fikri,dalam keterangan tertulisnya yang diterima pada Sabtu (24/9/2022), menyatakan, ketidakhadiran Enembe yang sudah menjadi tersangka, karena kesehatan harus disertai dokumen resmi dari tenaga medis supaya dapat analisis lebih lanjut. KPK sebelumnya sudah beberapa kali memberikan kesempatan dan menyediakan fasilitas kesehatan bagi saksi maupun tersangka pada di perkara lain. KPK memahami bahwa kesehatan merupakan hak dasar setiap manusia.

Adapun keinginan dia untuk berobat ke Singapura dipertimbangkan, namun KPK harus memastikan hal itu dengan memeriksa kesehatan Enembe terlebih dahulu saat dia sudah berada di Jakarta. "KPK tentu berharap pihak dimaksud memenuhi panggilan pada 26 September mendatang di Gedung Merah Putih KPK," kata dia.

sumber : Antara
Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile