Wednesday, 6 Jumadil Awwal 1444 / 30 November 2022

Wednesday, 6 Jumadil Awwal 1444 / 30 November 2022

6 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Sebanyak 1.156 Rumah Terdampak Banjir dan Longsor Garut

Senin 26 Sep 2022 18:55 WIB

Red: Nora Azizah

Banjir dan longsor di Kabupaten Garut, Jawa Barat, berdampak pada 3.702 jiwa.

Banjir dan longsor di Kabupaten Garut, Jawa Barat, berdampak pada 3.702 jiwa.

Foto: ANTARA/Muhammad Iqbal
Banjir dan longsor di Kabupaten Garut, Jawa Barat, berdampak pada 3.702 jiwa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa bencana banjir dana tanah longsor yang terjadi pada 22 September 2022 berdampak pada 1.213 keluarga yang terdiri atas 3.702 jiwa di Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (26/9/2022), mengutip data Pusat Pengendalian Operasi BNPB yang menunjukkan bahwa hingga Ahad (25/9/2022) pukul 18.20 WIB ada satu warga yang dirawat di rumah sakit karena mengalami luka berat akibat bencana tersebut.

Pada Kamis (22/9/2022), hujan deras menyebabkan air Sungai Cipelabuh dan Cikaso meluap sehingga merusak beberapa tanggul dan lingkungan permukiman warga. Banjir berdampak pada 1.156 rumah serta menyebabkan lima rumah rusak berat, 19 rumah rusak sedang, dan 18 rumah rusak ringan di wilayah Kabupaten Garut.

Baca Juga

Selain itu, ada 20 fasilitas pendidikan, delapan tempat ibadah, tiga tanggul penahan tebing, lima jembatan, serta empat bagian jalan yang mengalami kerusakan akibat banjir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut sudah mengerahkan petugas untuk melakukan evakuasi, penyelamatan, dan pendataan warga yang terdampak bencana; menyalurkanbantuan kepada warga; serta membersihkanarea yang terdampak banjir dan tanah longsor.

"Bupati Garut akan menetapkan status tanggap darurat kejadian banjir dan tanah longsor dan telah mendirikan Pos Komando Penanganan Darurat Bencana untuk mempermudah dan mempercepat penanganan bencana," kata Abdul.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi hujan yang dapat disertai kilat dan angin kencang pada siang atau sore hingga menjelang malam hari di wilayah Kabupaten Garut dan sebagian wilayah Jawa Barat pada Selasa (27/9). Menurut InaRISK, Kabupaten Garut merupakan wilayah dengan risiko bencana banjir dan tanah longsor tingkat sedang hingga tinggi.

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kesiapsiaganmenjelang musim penghujan, antara lain dengan memastikan drainase tidak tersumbat, memantau kondisi aliran sungai, menanam pohon berakar kuat di daerah lereng untuk menahan tanah, dan memantau prakiraan cuaca.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile