Thursday, 7 Jumadil Awwal 1444 / 01 December 2022

Thursday, 7 Jumadil Awwal 1444 / 01 December 2022

7 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Di Panggung Forbes, Erick Sampaikan Dampak Besar Konsolidasi BUMN Kesehatan

Selasa 27 Sep 2022 05:34 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Gita Amanda

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan keberhasilan transformasi BUMN saat menjadi pembicara dalam forum konferensi Forbes di Singapura, Senin (26/9/2022).  (ilustrasi)

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan keberhasilan transformasi BUMN saat menjadi pembicara dalam forum konferensi Forbes di Singapura, Senin (26/9/2022). (ilustrasi)

Foto: Kementerian BUMN
Erick menilai BUMN punya tanggung jawab dalam memperbaiki sistem kesehatan Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan keberhasilan transformasi BUMN saat menjadi pembicara dalam forum konferensi Forbes di Singapura, Senin (26/9/2022). Erick mengatakan perjalanannya memperbaiki BUMN dimulai dengan merampingkan jumlah BUMN maupun klaster BUMN.

Dalam tiga tahun pertama menjabat sebagai orang nomor satu di BUMN, Erick berhasil menciutkan jumlah klaster BUMN menjadi 12 klaster dari sebelumnya yang sebanyak 27 klaster serta merampingkan jumlah BUMN menjadi 41 BUMN dari sebelumnya yang sebanyak 108 BUMN.

Erick mengatakan perampingan melalui konsolidasi BUMN yang bergerak pada sektor sejenis pun ia lakukan pada sektor kesehatan. Erick membentuk holding farmasi yang terdiri atas Bio Farma, Kimia Farma, dan Indo Farma, serta mengkonsolidasi puluhan rumah sakit (RS) ke dalam holding RS yang dipimpin Pertamedika IHC.

"Kita ingin memberikan obat-obatan dan layanan kesehatan yang terjangkau untuk seluruh masyarakat," ujar Erick.

Erick menilai BUMN memiliki tanggung jawab dalam memperbaiki sistem kesehatan Indonesia yang selama ini memiliki ketergantungan impor yang tinggi. Erick menyebut 90 persen bahan baku obat (BBO) selama ini dipasok dari luar negeri.

Pria kelahiran Jakarta mengatakan kehadiran pandemi tak lantas menyurutkan upaya BUMN dalam melakukan perubahan di sektor kesehatan. "Kita baru mulai membangun ekosistem kesehatan, lalu pandemi datang. Bagi kami, ini justru mempercepat langkah transformasi  eksosistem kesehatan. Ini momentum dalam  mereformasi sistem kesehatan Indonesia," ucap Mantan Presiden Inter Milan tersebut.

Sejak awal pandemi, lanjut Erick, BUMN-BUMN yang bergerak di sektor kesehatan, serta BUMN lain bersatu padu membantu pemerintah dan masyarakat dalam menangani pandemi. Erick mengatakan BUMN menjadi garda terdepan dalam mendirikan rumah sakit khusus Covid-19, alat kesehatan, obat-obatan, hingga mencari vaksin.

"BUMN juga dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan. Saat pandemi terjadi isu harga masker yang mencapai Rp 100 ribu lebih, kita pun intervensi dengan menyediakan harga masker yang terjangkau," sambung dia.

Erick mengatakan BUMN tentu tak bisa sendiri dalam memperbaiki dan membangun ketahanan kesehatan Indonesia melalui produksi vaksin Covid-19. Untuk itu, lanjut Erick, BUMN pun menggandeng Baylor College of Medicine dalam pengembangan vaksin. Erick menyebut vaksin dengan nama Indovac atau Indonesia vaccine akan segera diluncurkan pemerintah dalam waktu dekat.

"Ini sesuatu yang kita percaya perlunya pembangunan ekosistem sistem kesehatan , kita mengajak mitra yang percaya dengan potensi Indonesia, kita undang siapa pun untuk membuat ekosistem kesehatan yang lebih baik lebih untuk Indonesia," kata Erick menambahkan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile