Friday, 15 Jumadil Awwal 1444 / 09 December 2022

Friday, 15 Jumadil Awwal 1444 / 09 December 2022

15 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Menteri BUMN Erick Thohir bertemu dengan Gautam Adani

Selasa 27 Sep 2022 05:55 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Christiyaningsih

Menteri BUMN Erick Thohir bertemu dengan Gautam Adani, Chairman dari Adani Group yang merupakan perusahaan multinasional dari India.

Menteri BUMN Erick Thohir bertemu dengan Gautam Adani, Chairman dari Adani Group yang merupakan perusahaan multinasional dari India.

Foto: Istimewa
Bertemu Gautam Adani, Erick menyebut kerja sama Indonesia-India dapat ditingkatkan

REPUBLIKA.CO.ID, REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam situasi ekonomi dunia yang tidak menentu, hubungan Kerjasama Selatan-Selatan (KSS) merupakan salah satu modalitas untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia. Potensi kerja sama ekonomi Indonesia-India pun dapat ditingkatkan melalui perdagangan dan peningkatan investasi di kedua negara. 

Di sela kunjungan kerja di Singapura, Menteri BUMN Erick Thohir bertemu dengan Gautam Adani, Chairman dari Adani Group yang merupakan perusahaan multinasional dari India. Sosok dan perusahaan yang punya komitmen serta peranan yang besar pada energi terbarukan dan transisi energi di India, dengan total investasi 70 miliar dolar.

Baca Juga

"Saya berharap Adani Group dapat melakukan investasi bersama BUMN di Indonesia," kata Erick dalam keterangannya, Selasa (27/9/2022).

Erick Thohir mengatakan Indonesia memiliki segudang potensi yang luar biasa dan tidak kalah dari negara lain. Hal ini Erick sampaikan dalam forum konferensi Forbes di Singapura, Senin (26/9/2022).

"Mengabarkan pada dunia, Indonesia punya potensi luar biasa. Semoga terbuka peluang- peluang baru bagi pertumbuhan negeri kita. Indonesia bisa," tulis Erick dalam akun Instagram @erickthohir.

Dalam forum tersebut, Erick juga memaparkan soal keberhasilan dirinya mengubah wajah BUMN. Hal ini mendapat apresiasi dari Forbes yang ingin tahu tentang strategi Erick dalam membenahi BUMN.

Sebelum memperbaiki BUMN, Erick lebih dahulu membenahi strukur organisasi di Kementerian BUMN. Jika sebelumnya setiap deputi mengelola begitu banyak portofolio, kini Erick menjadikannya lebih efisien dengan cukup fokus pada masing-masing sektor seperti keuangan, SDM, hingga legal.

"BUMN tidak mungkin bertransformasi kalau Kementerian BUMN tidak melakukan transformasi. Hal ini mengapa kita ubah struktur Kementerian BUMN untuk lebih fokus korporasi bukan birokrasi," ucap Erick.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile