Wednesday, 6 Jumadil Awwal 1444 / 30 November 2022

Wednesday, 6 Jumadil Awwal 1444 / 30 November 2022

6 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Elektabilitas Erick Thohir dan Puan Merangkak Naik

Selasa 27 Sep 2022 09:39 WIB

Rep: Amri Amrullah / Red: Ilham Tirta

Erick Thohir dan Puan Maharani.

Erick Thohir dan Puan Maharani.

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Tiga nama capres populer masih bertengger di urutan teratas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lembaga Survei Jakarta (LSJ) mengeluarkan survei terbaru untuk mendeteksi dinamika elektabilitas para bakal calon presiden (capres). Hasilnya, selain tiga nama teratas Capres Prabowo Subinto, Ganjar Pranowo, dan Anies Baswedan, elektabilitas Puan Maharani dan Erick Thohir juga mengalami peningkatan.

Peneliti Senior LSJ, Fetra Ardianto mengatakan, tiga nama capres tetap bertengger di posisi teratas dengan Prabowo di angka 31,5 persen. Di posisi kedua, masih tetap Ganjar dengan elektabilitas 20,8 persen, dan diikuti Anies Baswedan 16,9 persen.

Baca Juga

Sejak survei pertama LSJ bulan Januari 2022, elektabilitas Ganjar dan Anies cenderung stagnant. Ia juga menyebut, tokoh-tokoh di luar ketiga nama di atas elektabilitasnya juga cenderung mandek.

Misalnya, Ridwan Kamil (RK) yang berada di posisi ke-4 masih terpaku di angka 7 persenan. Sandiaga Uno yang sempat bercokol di posisi ke-4 sebelum diambil alih RK bahkan elektabilitasnya terus merosot.

"Sedangkan Puan Maharani, Agus Harimurty (AHY), dan Menteri BUMN Erick Thohir mengalami peningkatan elektabilitas yang lumayan dibandingkan survei-survei LSJ sebelumnya," kata Fetra, dalam pemaparan survei LSJ, Selasa (27/9/2022).

Sementara itu, mengenai perkembangan elektabilitas partai politik, PDI Perjuangan tetap kokoh sebagai pemuncak. Yakni elektabilitas 22,8 persen PDI Perjuangan tampaknya masih tetap hattrick di atas 30 persen pada Pemilu 2024 nanti. Disusul Partai Gerindra dengan elektabilitas 16,9 persen berada di posisi kedua.

"Sementara Partai Golkar dan Partai Demokrat kelihatannya akan bersaing ketat memperebutkan posisi ketiga dan keempat," ujarnya.

Mengenai kehadiran partai baru seperti Partai Ummat, Partai Gelora, dan lainnya hingga saat ini belum ada satu partai pun diantara mereka yang berhasil memperoleh elektabilitas melebihi satu persen. "Ini sinyal bahwa peluang partai-partai baru untuk menembus Senayan kelihatannya sangat tipis," terangnya.

Sedangkan untuk partai lama non-parlemen jika mengacu pada perkembangan elektabilitas sampai saat ini, kelihatannya hanya Partai Perindo yang berpeluang besar tembus 4 persen dan lolos ke Parlemen. Sedangkan di atasnya, PKS di 7,4 persen, kemudian PKB 6 persen dan Nasdem di 3,8 persen. Sedangkan di bawahnya adalah PAN 2,8 persen dan PPP diangka 2,1 persen.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile