Selasa 27 Sep 2022 19:32 WIB

UMM Beri Pendampingan Kampus Luar Negeri Hasilkan Artikel Ilmiah Bereputasi

Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah termasuk dari bagian program visiting profesor.

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Gita Amanda
Direktorat Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memberikan pendampingan terhadap kampus luar negeri untuk bisa menghasilkan artikel ilmiah bereputasi. (ilustrasi).
Foto: Humas UMM
Direktorat Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memberikan pendampingan terhadap kampus luar negeri untuk bisa menghasilkan artikel ilmiah bereputasi. (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Direktorat Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memberikan pendampingan terhadap kampus luar negeri untuk bisa menghasilkan artikel ilmiah bereputasi. Hal ini dilakukan melalui kegiatan Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah yang termasuk dari bagian program visiting professor pada akhir pekan lalu.

Direktur Pascasarjana UMM, Profesor Akhsanul In'am, mengatakan pelatihan ini bertujuan untuk membantu para calon doktor, profesor dan guru besar dalam penulisan karya ilmiah. Total ada 25 peserta yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. "Bahkan sederet peserta dari kampus-kampus luar negeri," kata pria yang disapa In'am ini dalam keterangan pers yang diterima Republika.

In’am menjelaskan, kegiatan ini merupakan upaya untuk membantu para dosen, calon profesor dan guru besar untuk menyempurnakan karya artikel ilmiahnya. Hal ini terutama agar karyanya bisa dimasukkan ke dalam jurnal yang bereputasi. Bukan hanya dibantu, tetapi juga didorong untuk bisa belajar mandiri dalam proses penulisan hingga pengumpulan artikel ilmiah.

Pria asli Kediri ini berharap setelah kegiatan ini ada bentuk kolaborasi yang kreatif antar-perguruan tinggi, baik itu nasional maupun internasional dalam bidang akademik. Beberapa di antaranya dengan mengadakan konferensi maupun dosen tamu. Dengan demikian, budaya akademik seperti menjaga keilmuan dan kolaborasi antar-universitas bisa terus terlaksana.

Sementara itu, antusiasme yang tinggi datang dari salah satu peserta, Makmur Harun dari University of Sultan Idris, Perak Malaysia. Dia berpendapat program visiting profesor ini sangat positif terutama dalam membantu para akademisi menulis artikel ilmiah. Selain itu, pertemuan dengan akademisi lain juga memungkinkan kolaborasi lain yang bisa dikembangkan.

"Kegiatan seperti ini harus digalakkan, bukan hanya oleh UMM, tetapi juga perguruan tinggi lain," kata dia menambahkan.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
سَيَقُوْلُ الْمُخَلَّفُوْنَ اِذَا انْطَلَقْتُمْ اِلٰى مَغَانِمَ لِتَأْخُذُوْهَا ذَرُوْنَا نَتَّبِعْكُمْ ۚ يُرِيْدُوْنَ اَنْ يُّبَدِّلُوْا كَلٰمَ اللّٰهِ ۗ قُلْ لَّنْ تَتَّبِعُوْنَا كَذٰلِكُمْ قَالَ اللّٰهُ مِنْ قَبْلُ ۖفَسَيَقُوْلُوْنَ بَلْ تَحْسُدُوْنَنَا ۗ بَلْ كَانُوْا لَا يَفْقَهُوْنَ اِلَّا قَلِيْلًا
Apabila kamu berangkat untuk mengambil barang rampasan, orang-orang Badui yang tertinggal itu akan berkata, “Biarkanlah kami mengikuti kamu.” Mereka hendak mengubah janji Allah. Katakanlah, “Kamu sekali-kali tidak (boleh) mengikuti kami. Demikianlah yang telah ditetapkan Allah sejak semula.” Maka mereka akan berkata, “Sebenarnya kamu dengki kepada kami.” Padahal mereka tidak mengerti melainkan sedikit sekali.

(QS. Al-Fath ayat 15)

Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement