Wednesday, 13 Jumadil Awwal 1444 / 07 December 2022

Wednesday, 13 Jumadil Awwal 1444 / 07 December 2022

13 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

India Tahan Puluhan Anggota Organisasi Islam

Rabu 28 Sep 2022 01:47 WIB

Rep: Rossi Handayani/ Red: Ani Nursalikah

Polisi berpatroli di sebuah jalan di Lucknow, negara bagian Uttar Pradesh, India, Ahad (22/12). India Tahan Puluhan Anggota Organisasi Islam

Polisi berpatroli di sebuah jalan di Lucknow, negara bagian Uttar Pradesh, India, Ahad (22/12). India Tahan Puluhan Anggota Organisasi Islam

Foto: AP Photo/Rajesh Kumar Singh
Pihak berwenang India menuduh mereka melakukan kegiatan anti-nasional.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- Pihak berwenang India menahan sejumlah anggota organisasi Islam pada dan menuduh mereka melakukan kekerasan dan kegiatan anti-nasional, Selasa (27/9/2022).

Penangkapan itu menyusul tindakan keras awal bulan ini terhadap Popular Front of India (PFI) di mana sekitar 100 orang ditahan. Sementara PFI telah mengutuk penahanan dan penggerebekan terkait sebagai pelecehan dan mengadakan protes jalanan.

Baca Juga

"Ini tidak lain adalah pencegahan hak untuk protes demokratis terhadap perburuan pemerintah pusat yang menargetkan PFI dan cukup alami dan diharapkan di bawah sistem otokratis ini," kata PFI di Twitter pada Selasa.

Polisi di negara bagian Uttar Pradesh menyatakan mereka menahan 57 orang yang terkait dengan PFI pada Selasa. Kemudian menyatakan hal ini dilakukan karena tindakan kekerasan yang dilakukan oleh mereka dan meningkatnya aktivitas anti-nasional mereka di seluruh negeri.

Selanjutnya penahanan serupa dilakukan di negara bagian Assam di timur laut. Hal tersebut disampaikan menteri utamanya kepada wartawan, beberapa hari setelah dia meminta larangan terhadap PFI.

Awal bulan ini, Badan Investigasi Nasional federal menggerebek lokasi di negara bagian Bihar, Tamil Nadu, Karnataka, Telangana dan Andhra Pradesh dan menahan beberapa anggota PFI. Lalu menuduh mereka mengorganisir kamp pelatihan untuk melakukan tindakan teroris atau terlibat dalam kegiatan anti-nasional.

PFI disebut telah mendukung penyebab protes jalanan terhadap undang-undang kewarganegaraan 2019 yang oleh banyak Muslim dianggap diskriminatif.Adapun Muslim menyumbang 13 persen dari 1,4 miliar penduduk India.

Banyak yang mengeluhkan marginalisasi di bawah pemerintahan Partai Bharatiya Janata, nasionalis Hindu Perdana Menteri Narendra Modi. Partai tersebut menyangkal tuduhan tersebut, dan menunjukkan data bahwa semua orang India terlepas dari agamanya mendapat manfaat dari fokus Modi pada pembangunan ekonomi serta kesejahteraan sosial.

 

sumber : Reuters
Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile