Wednesday, 6 Jumadil Awwal 1444 / 30 November 2022

Wednesday, 6 Jumadil Awwal 1444 / 30 November 2022

6 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Menkeu Prancis Ganti Dasi dan Kemeja dengan Turtleneck demi Hemat Energi

Rabu 28 Sep 2022 07:00 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Esthi Maharani

Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire bersumpah untuk membuang dasi dan kemeja formalnya dan menggantinya dengan turtleneck demi  mengurangi penggunaan alat pemanas dan menghemat energi.

Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire bersumpah untuk membuang dasi dan kemeja formalnya dan menggantinya dengan turtleneck demi mengurangi penggunaan alat pemanas dan menghemat energi.

Foto: France 24
Menkeu Prancis memilih turtleneck sebagai pakaian dinas demi hemat energi.

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire bersumpah untuk membuang dasi dan kemeja formalnya pada Selasa (27/9/2022). Dia memilih pakaian dinas yang lebih hangat demi mengurangi penggunaan alat pemanas dan menghemat energi.

"Anda tidak akan lagi melihat saya dengan dasi tetapi dengan turtleneck. Saya pikir itu akan sangat bagus, itu akan memungkinkan kita untuk menghemat energi, untuk menunjukkan ketenangan," kata menteri itu kepada radio France Inter.

Baca Juga

Maire kemudian membagikan foto dirinya di Twitter dengan mengenakan turtleneck hitam. Dia mengatakan, kementeriannya yang berlokasi di Paris tidak akan mengaktifkan pemanas sampai suhu turun di bawah 19 derajat Celsius.

Menteri keuangan itu pun berharap dapat memberi contoh bagi warga Prancis lainnya yang telah diinstruksikan oleh pemerintah untuk menghemat energi. Pemerintah meminta para warga agar menghindari pemborosan energi yang tidak perlu.

Prancis memiliki nasib yang sama seperti negara-negara Eropa lainnya. Wilayah ini sedang menghadapi krisis energi dengan kenaikan harga listrik, gas, dan bahan bakar akibat konflik dengan Rusia.

Mayoritas rumah tangga, bisnis, dan otoritas kota di negara itu telah bergabung dengan langkah-langkah penghematan energi. Dikutip dari Anadolu Agency warga pun memutuskan untuk mematikan lampu hampir tengah malam di toko-toko dan gedung-gedung publik, ditambah dengan mengurangi pemanas dalam ruangan.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile