Thursday, 7 Jumadil Awwal 1444 / 01 December 2022

Thursday, 7 Jumadil Awwal 1444 / 01 December 2022

7 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Pakar: Ada Dua Arena yang Harus Dikuasai PR Saat Tangani Krisis

Rabu 28 Sep 2022 12:01 WIB

Red: Agung Sasongko

CEO Nexus RMSC, Dr. Firsan Nova, dalam bedah buku “PR Crisis” yang dilaksanakan di Auditorium Arifin Panigoro, Universitas Al-Azhar Indonesia, Rabu (28/9/2022).

CEO Nexus RMSC, Dr. Firsan Nova, dalam bedah buku “PR Crisis” yang dilaksanakan di Auditorium Arifin Panigoro, Universitas Al-Azhar Indonesia, Rabu (28/9/2022).

Foto: iatimewa
Seorang PR harus bisa menjadi garda terdepan dalam menangani krisis.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Di era digital saat ini, informasi dengan mudah diperoleh dan disebarluaskan oleh siapapun tanpa batas. Perubahaan digital yang sangat cepat juga dapat membawa perubahan terutama kemudahan dalam menciptakan dan menggiring opini publik. 

Ketika suatu perusahaan mengalami krisis, seorang PR harus bisa menjadi garda terdepan dalam menangani krisis. 

Baca Juga

“Ada dua arena yang harus dikuasai. Pertama adalah krisisnya sendiri dan yang kedua adalah public opinion-nya. Keduanya harus bisa dikendalikan," tutur CEO Nexus RMSC, Dr. Firsan Nova, dalam bedah buku “PR Crisis” yang dilaksanakan di Auditorium Arifin Panigoro, Universitas Al-Azhar Indonesia, Rabu (28/9/2022).

Tak hanya itu, seorang PR juga harus bisa menjalin hubungan yang baik dengan media. “Ketika menghadapi krisis, jangan pernah menjauhi media. Gandeng media.” kata M. Akbar yang menulis buku “PR Crisis” bersama Dr. Firsan Nova dan Dian Agustine.

“Ketika suatu perusahaan sengaja menyerang kompetitor melalui media, ada tiga hal yang dapat dilakukan. Pertama, siapkan media release. Kedua, jika tidak berhenti laporkan ke media pers. Ketiga, apabila tidak mempan juga, laporkan ke pengadilan,” lanjut Akbar menjelaskan.

Dalam menghadapi krisis, tentunya diperlukan penanganan tersendiri. Dian menyebutkan bahwa memiliki senses of heart menjadi hal yang penting dimiliki bagi seorang PR. “Selain itu, memiliki brand power dan tahu cara mengemas brand juga menjadi hal pokok yang dimiliki PR,” kata Dian.

Bedah buku yang dikemas dalam format kuliah umum ini disambut antusias oleh mahasiswa Public Relations jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Al Azhar Indonesia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile