Monday, 11 Jumadil Awwal 1444 / 05 December 2022

Monday, 11 Jumadil Awwal 1444 / 05 December 2022

11 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Anggota DPRD Tangsel Minta Pemkot Perhatikan Drainase untuk Cegah DBD

Rabu 28 Sep 2022 18:41 WIB

Rep: Eva Rianti / Red: Nur Aini

Seorang pasien anak penderita DBD ilustrasi. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) meminta Pemerintah Kota Tangsel untuk lebih memperhatikan kondisi kelayakan drainase perkotaan di Tangsel.

Seorang pasien anak penderita DBD ilustrasi. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) meminta Pemerintah Kota Tangsel untuk lebih memperhatikan kondisi kelayakan drainase perkotaan di Tangsel.

Foto: Antara/Oky Lukmansyah
Sistem drainase dinilai harus baik untuk mencegah genangan jentik nyamuk DBD

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG SELATAN -- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) meminta Pemerintah Kota Tangsel untuk lebih memperhatikan kondisi kelayakan drainase perkotaan di Tangsel. Hal itu sebagai salah satu upaya untuk menekan angka kasus demam berdarah dengue (DBD) yang terus meningkat.

"Menurut kami, dari hulunya sistem drainase perkotaan juga harus baik agar menghindari genangan-genangan besar di wilayah permukiman," ujar Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangsel Ahmad Syawqi saat dihubungi, Rabu (28/9/2022). 

Baca Juga

Sistem drainase perkotaan yang baik dinilai dapat membantu mengantisipasi munculnya jentik-jentik nyamuk yang menjadi cikal bakal berkembangbiaknya nyamuk. Drainase yang layak diyakini nantinya dapat menekan angka kasus DBD di Tangsel. 

"Di hilirnya sosialisasi terhadap demam berdarah juga tidak boleh bosan dijalankan oleh stakeholder wilayah seperti dari tingkatan kecamatan, kelurahan hingga RT/RW. Faskes tingkat satu seperti puskesmas juga siap untuk tindakan seperti fogging dan waspada pencegahan penyakit lain," ujarnya.

Lebih lanjut, Ketua Fraksi Gerindra-PAN DPRD Tangsel itu mendorong agar Dinas Kesehatan Kota Tangsel untuk terus meningkatkan upaya pencegahan serta penanganan DBD. Terlebih mengingat intensitas hujan dan genangan menjadi salah satu faktor meningkatnya jumlah penderita DBD. 

"Kami meminta agar Dinkes  mengefektifkan kegiatan 1 Rumah 1 Jumantik sebagaimana yang telah dilakukan sebagai garda terdepan dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk 3M Plus (menguras, menutup, mengubur) sebagai solusi pencegahan DBD," tutupnya. 

Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mencatat ada 577 kasus demam berdarah dengue (DBD) yang terjadi di Tangsel sejak Januari 2022. Dengan tingginya kasus DBD, masyarakat diminta untuk mengantisipasi kasus yang lebih banyak lagi, terutama karena seiring dengan terjadinya musim penghujan. 

"Kasus DBD Kota Tangerang Selatan dari bulan Januari sampai dengan 25 September 2022 berjumlah 577 kasus, mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan tahun 2021 dengan jumlah kasus total 437," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel Allin Hendalin Mahdaniar, Rabu (28/9)

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile