Wednesday, 13 Jumadil Awwal 1444 / 07 December 2022

Wednesday, 13 Jumadil Awwal 1444 / 07 December 2022

13 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Pejuang Subuh Pondok Indah Gelar Khitanan Massal Yatim dan Dhuafa

Kamis 29 Sep 2022 07:30 WIB

Rep: Alkhaledi Kurnialam / Red: Agung Sasongko

anak yatim (ilustrasi)

anak yatim (ilustrasi)

Foto: Republika/Yasin Habibi
Sebanyak 263 anak yatim dan dhuafa mengikuti program kilhitanan massal

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA–Sebanyak 263 anak yatim dan dhuafa mengikuti program kilhitanan massal yang digelar Yayasan Pejuang Subuh Pondok Indah dan Ibu Nusantara Berbagi (Inube) di Masjid Raya Pondok Indah, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (29/9/2022). Ratusan peserta tersebut berasal dari wilayah Jakarta, Bogor hingga Tangerang Selatan.

"Alhamdulilah kita hari ini dapat bekumpul berama insyallah akan dihadiri kurang lebih 260 anak yatim dan dari kaum dhuafa yang akan diselenggarakan satu hari. Sesuai dengan syiar agama Allah, visi dan misi pejuang subuh adalah memakmurkan masjid dengan syiar ISlam dengan baik,"kata Ketua Yayasan Pejuan Subuh, Yudi Yulius, Kamis (29/9/2022).

Baca Juga

Yudi menyebut, program ini telah direncanakan selama sebulan lebih dan diberikan kepada ratusan anak secara gratis. Beberapa program atau kegiatan lanjutan juga akan digelar Yayasan Pejuang Subuh.

Dia juga menjelaskan, Yayasan Pejuang Subuh merupakan kumpulan para jamaah di Masjid Raya Pondok Indah yang kemudian membentuk yayasan ini. Mereka melakukan kegiatan yang sesuai visi dan misi Yayasan, berupa kegiatan dakwah, pendidikan dan sosial.

"Kegiatan ini adalah rangkaian kita punya misi dan visi dan syiar agam Islam dnegan baik, di mana dengan melalui pendidikan dakwah dan sosial. Ini (khitan) adalah bentuk sosial,"ujarnya.

"Jadi Yayaan Pejuang Subuh berdiri dua tahun lalu. Alhmadulilah kita sudah berapa kali melakukan program-program, melakukan berbagi kasih Ramadhan kemarin sebanyak 1650 yatim dan dhuafa, tadarus kajian Alquran selama sebulan,"tambahnya.

Adapun Wali Kota Jakarta Selatan, Munjirin yang hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan program seperti ini adalah sinergi yang baik untuk kesejahteraan masyarakat. Ia berharapa agar kegiatan ini bisa dilakukan secara berkelanjutan.

"Selama pandemi Covid-19, kegiatan seperti ini tidak bisa dilaksanakan, setelah bisa dilaksanakan, jadi banyak anaknyang belum sunat jadi mau. Saya harap mungkin bisa setahun tiga kali, dua kali atau sekali tidak masalah,"katanya.

" Sunat itu yang pertama dari kesehatan, yang kedua untuk ibadah kita akan lebih bersih. Salah satu organ yang kita buang ini mempercepat pembersihan dari penyakit,"tambahnya. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile