Wednesday, 13 Jumadil Awwal 1444 / 07 December 2022

Wednesday, 13 Jumadil Awwal 1444 / 07 December 2022

13 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Jangan Sembarangan Minum Gabungan Obat Resep dan Suplemen, Bisa Berakibat Fatal

Kamis 29 Sep 2022 09:34 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Qommarria Rostanti

Obat resep dan suplemen sebaiknya  tidak dikonsumsi secara sembarangan/. (ilustrasi)

Obat resep dan suplemen sebaiknya tidak dikonsumsi secara sembarangan/. (ilustrasi)

Foto: EPA
Saat mendapat obat resep, beri tahu dokter suplemen apa saja yang Anda minum.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Obat resep juga bisa sangat berbahaya. Bahaya yang dimaksud bukan hanya seputar potensi penggunaan yang berlebihan. Namun ada hal lain yaitu banyak orang secara tidak sengaja mencampur obat mereka. Tanpa disadari, hal itu bisa membahayakan kesehatan.

Badan Pengawas Obat-Obatan dan Makanan (FDA) di Amerika Serikat (AS) baru-baru ini berupaya meningkatkan kesadaran tentang satu kombinasi yang berpotensi mematikan. Ada banyak hal yang tidak boleh dicampur dengan obat-obatan tertentu.

Baca Juga

FDA telah menyetujui lebih dari 20 ribu produk obat resep. Hampir semua obat ini dapat berinteraksi secara berbeda bila dikombinasikan dengan unsur luar. Untuk itu, sangat penting untuk mendengarkan saran dari penyedia layanan kesehatan dan memperhatikan petunjuk yang tercantum di kemasan obat.

Misalnya, obat resep tertentu seperti Zocor, statin yang digunakan untuk menurunkan kolesterol; dan Procardia, obat untuk mengobati tekanan darah tinggi; termasuk peringatan yang menyarankan pengguna untuk tidak mengonsumsi jus jeruk saat meminumnya. Obat resep tertentu juga dapat berinteraksi secara negatif dengan sejumlah makanan, seperti susu, sayuran hijau, atau bahkan pisang. Anda juga jangan mencampur obat resep dengan minuman beralkohol.

"Interaksi obat dapat membuat obat yang Anda konsumsi kurang efektif, menyebabkan efek samping yang tidak terduga, atau meningkatkan aksi obat tertentu," ujar FDA seperti dilansir laman Best Life, Kamis (29/9/2022).

Jika Anda menggunakan obat resep bersamaan dengan suplemen makanan, maka Anda harus menyadari bahwa kombinasi ini sebenarnya dapat membahayakan kesehatan.

"Suplemen makanan tertentu dapat mengubah penyerapan, metabolisme, atau ekskresi obat," ujar FDA.

Di Amerika, jutaan orang mencampur suplemen makanan dengan resep. "Jangan berasumsi Anda tidak berisiko. Suplemen makanan banyak digunakan, dan puluhan juta orang di AS mengonsumsi beberapa jenis suplemen makanan bersama dengan obat resep," menurut FDA.

Badan tersebut menjelaskan suplemen ini termasuk vitamin, mineral, dan zat lain yang kurang dikenal seperti asam amino dan bahan yang berasal dari tumbuhan.

FDA merekomendasikan agar orang Amerika berbicara dengan tenaga kesehatan sebelum mengambil suplemen makanan atau obat apa pun. "Setiap kali Anda mengunjungi fasilitas layanan kesehatan, bawalah daftar semua suplemen makanan dan obat-obatan yang sedang Anda konsumsi. Sertakan dosis dan berapa kali sehari Anda meminumnya," kata badan tersebut.

Jika Anda berpikir untuk menambahkan suplemen makanan ke rutinitas harian Anda, hubungi ahli kesehatan terlebih dahulu, dan beri tahu mereka suplemen dan obat lain apa yang Anda pakai. FDA mengatakan, kombinasi tertentu dapat memiliki efek mengancam jiwa. Kebiasaan buruk ini bisa berakibat parah.

"Suplemen makanan dan obat-obatan dapat memiliki efek berbahaya dan bahkan mengancam jiwa," ujar FDA.

Misalnya, mengonsumsi suplemen herbal St John's wort dapat membuat obat untuk HIV/AIDS, penyakit jantung, depresi, perawatan untuk transplantasi organ, dan pil KB; menjadi kurang efektif.

Pada saat yang sama, suplemen makanan tertentu seperti ginkgo biloba dan vitamin E dapat mengencerkan darah. Jadi, jika Anda mengonsumsi salah satu dari suplemen ini dengan obat seperti warfarin (yang merupakan pengencer darah yang diresepkan) hasilnya bisa sangat menakutkan. "Mengambil salah satu dari produk ini bersama-sama dapat meningkatkan potensi pendarahan internal atau stroke," ujar FDA.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile