Saturday, 16 Jumadil Awwal 1444 / 10 December 2022

Saturday, 16 Jumadil Awwal 1444 / 10 December 2022

16 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Langgar Keimigrasian, 75 Warga Bangladesh Diamankan di Pekanbaru

Kamis 29 Sep 2022 15:12 WIB

Rep: Febrian Fachri / Red: Ilham Tirta

Sejumlah warga negara asing (WNA) asal Bangladesh berada di dalam ruang pengamanan (ilustrasi).

Sejumlah warga negara asing (WNA) asal Bangladesh berada di dalam ruang pengamanan (ilustrasi).

Foto: Antara/Aswaddy Hamid
Ke-75 WN Bangladesh tersebut ditangkap saat menumpang sebuah bus.

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU -- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Riau, Mhd Jahari Sitepu mengatakan, saat ini pihaknya mengamankan 75 orang warga negara Bangladesh. Para WNA ini kedapatan melakukan pelanggaran keimigrasian.

75 WN Bangladesh dititipkan ke Rudenim Pekanbaru guna ketersediaan tempat dan pemeriksaan lebih lanjut yang nantinya akan berkolaborasi dengan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pekanbaru. “Penyerahan WN Bangladesh tersebut dilakukan oleh Polsek Tambang dikarenakan WN Bangladesh tersebut dikhawatirkan dapat memicu ketidaknyamanan dan mengganggu ketertiban umum di lingkungan warga setempat,” kata Jahari, Kamis (29/9/2022).

Baca Juga

Ia menceritakan, awal mula pengamanan tersebut dilakukan oleh Polsek Tambang. Di mana Polsek Tambang mendapati bus yang ditumpangi oleh ke-75 WN Bangladesh tersebut tidak bisa memberikan keterangan administratif terkait izin tinggal.

Untuk itu akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut demi menentukan tindak lanjut yang sesuai dengan peraturan dan Undang-Undang yang berlaku.

Jahari mengatakan, pihaknya tidak pernah main-main dalam menjaga pintu gerbang NKRI. Seluruh jajaran Kemenkumham telah ditugaskan untuk selalu menajamkan intuisi dan melakukan pemeriksaan yang seksama demi mencegah masuknya penyelundup.

"Untuk itu kita akan segera memproses kasus ini agar dapat ditindaklanjuti sesuai dengan Peraturan dan Undang-Undang yang berlaku,” kata Jahari.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 

BERITA TERKAIT

 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile