Sabtu 01 Oct 2022 05:18 WIB

Kompetisi Atletik Pelajar Terbesar Indonesia Dimulai dari Lombok

Pemenang regional SAC Indonesia akan beradu di babak puncak di Jakarta, Desember.

Red: Israr Itah
Para student-athlete peserta Champion SAC Indonesia 2022 Bali-Nusa Tenggara Qualifiers yang tampil pada nomor middle distance (lari jarak menengah 800 meter) untuk tingkat SMP.
Foto: DOK DBL
Para student-athlete peserta Champion SAC Indonesia 2022 Bali-Nusa Tenggara Qualifiers yang tampil pada nomor middle distance (lari jarak menengah 800 meter) untuk tingkat SMP.

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Kompetisi atletik pelajar terbesar Tanah Air, Champion Student Athletics Championships (SAC) Indonesia 2022 resmi dimulai di GOR 17 Desember, Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (30/9/2022). Gelaran perdana dibuka di Kota Mataram, Lombok yang merupakan tuan rumah penyelenggaraan regional qualifiers bagi pelajar tingkat SD, SMP, hingga SMA untuk wilayah Bali-Nusa Tenggara yang berlangsung selama tiga hari, hingga Ahad (2/10/2022).

Seremoni pembukaan dilakukan oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah. Ia didampingi oleh Azrul Ananda (CEO & Founder DBL Indonesia), Muhammad Farid Ghozaly (Ketum Pengprov PASI NTB) mewakili PB PASI selaku penyelenggara, dan sejumlah undangan serta sponsor. 

Baca Juga

”Atlet kelas dunia butuh perencanaan yang terprogram jangka panjang. Selama ini kita punya Zohri atau Sofyan yang berhasil meraih emas, tapi mereka lahir karena bakat alam. Mudah-mudahan dengan inisiasi yang luar biasa melalui Champion SAC Indoensia 2022 ini, kita memulai kompetisi dari tingkat pelajar secara reguler. Sehingga akan terlihat mutiara-mutiara yang selama ini terpendam dan mengharumkan nama NTB secara nasional hingga internasional,” kata Gubernur NTB Zulkieflimansyah dalam keterangan yang diterim Republika.co.id.

CEO & Founder DBL Indonesia Azrul Ananda menerangkan, latar belakang diselenggarakan Champion SAC Indonesia 2022. ”Bersama PB PASI, kami mewujudkan misi men-DBL-kan atletik. Dengan target 22 ribu peserta dari kalangan pelajar. Jadi, kompetisi atletik tingkat sekolah ini misi utamanya menjadi booster partisipasi dan popularitas atletik bagi pelajar mulai SD hingga SMA. Harapannya, kita bisa sama-sama menebarkan jala untuk menemukan bibit-bibit potensial di Indonesia,” kata Azrul.

Terkait dipilihnya Lombok sebagai tuan rumah regional qualifier sekaligus oepening secara nasional, ternyata merupakan permintaan khusus dari Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI), Luhut Binsar Pandjaitan. ”Menurut beliau, kalau ingin memulai sesuatu yang besar harus dimulai di Lombok. Karena simbol dunia atletik di Tanah Air saat ini dari NTB,” ujar Azrul menirukan pernyataan Luhut.

Perhelatan di Mataram merupakan opening secaranasional Champion SAC Indonesia 2022, yang juga sekaligus dimulainya regional qualifiers untuk wilayah Bali-Nusa Tenggara. Diikuti sebanyak 3.810 atlet pelajar yang datang mewakili sekolah dari provinsi NTB, Bali, dan NTT. 

Setelah penyelenggaraan di Mataram (Bali-Nusra Qualifiers), Champion SAC Indonesia 2022 berikutnya akan bergeser ke Mimika (Papua Qualifiers) pada 7-9 Oktober mendatang. Berlanjut ke Yogyakarta (DI Yogyakarta Qualifiers) pada 21-23 Oktober. Lalu menyusul Jawa Barat (Bandung), Sumatera Utara (Medan), DKI Jakarta-Banten (Jakarta), Kalimantan (Banjarmasin), Jawa Tengah (Semarang), dan JawaTimur (Surabaya). Mereka yang terbaik dari seluruh wilayah akan dikompetisikan di babak puncak, National Championship di Jakarta pada Desember mendatang.

Kompetisi ini memperlombakan beberapa nomor atletik. Nomor sprint (lari jarak pendek) dengan jarak 60 meter (SD), 80 meter (SMP) dan 100 meter (SMA). Kemudian relays (lari estafet), yang dibagi menjadi tiga nomor 8x50 meter (SD), 5x80 meter (SMP), dan 4x100 meter (SMA). Ketiga, middle distance (lari jarak menengah) yang terdiri dari dua nomor, yakni 800 meter (SMP) dan 1000 meter (SMA).

Champion SAC Indonesia 2022 juga menyediakan nomor long jump (lompat jauh) dan shot put (tolak peluru). Sama seperti lari jarak menengah, lompat jauh dan tolak peluru hanya bisa diikuti tingkat SMP dan SMA. Sementara itu, tersedia dua Kids Athletics untuk jenjang SD, yaitu kanga's escape dan formula one.

Meski baru kali pertama digelar, kompetisi atletik pelajar terbesar ini langsung mendapat dukungan dari PT Mayora Indah Tbk sebagai pendukung utama.Mayora selama ini terkenal dengan berbagai brand makanan dan minuman berkualitas. 

"Bersama Energen Champion, kami mendukung program yang diselenggarakan PB PASI dan DBL Indonesia ini untuk menjaring talenta-talenta terbaik atletik di Tanah Air," ujar Andre Atmadja CEO Mayora Group.

Pada hari pembukaan, Jumat (30/9), sebanyak tiga main event cabang olahraga atletik untuk Qualifier Bali dan Nusa Tenggara dipertandingkan. Di antaranya, sprint (lari jarak pendek), shotput (tolak peluru) dan long jump (lompat jauh). Rangkaian acara dibagi dalam dua sesi.

Beberapa nomor sudah langsung menemukan pemenangnya.Seperti pada nomor shotput (tolak peluru). Farid Rizwan dari SMAN 2 Mataram berhasil meraih posisi pertama untuk kategori putra. Tak tanggung-tanggung, Farid mengantongi tolakan sejauh 11,36 meter. Marginnya cukup jauh dengan para lawannya dari sekolah lain. 

Sebagai winner, Farid Rizwan akan mewakili Qualifier Bali-Nusra ke fase National Championship yang akan digelar di Jakarta, pada Desember mendatang. Farid akan ditemani oleh I Gede Septiawan Budi dari SMAN 8 Mataram yang juga mewakili Qualifier Bali-Nusra ke National Championship di Jakarta. Septiawan Budi menempati posisi runner-up dengan jarak tolakan sejauh 10,72 meter.

Sedangkan dari nomor lompat jauh, Tina Safira Lanasari dari SMAN 1 Sakra berhasil mencatatkan lompatan sejauh 4,39 meter dan berhak mengantarkan namanya sebagai winner kategori SMA. Di posisi runner-up ada Pili Dwi Ariyanti dari SMAN 2 Sumbawa Besar. Ketiga percobaan lompatannya berhasil. Yang pertama mencapai 4,19 meter, kedua 4,19 meter, sementara yang ketiga yang terpanjang, yakni 4,33 meter. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement